Minggu, 23 Mei 2010
Tanda Dipenuhi Roh Kudus

“...tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.” (Efesus 5:18b)

      Setiap orang Kristen sejati mengakui bahwa Roh Kudus adalah Pribadi ketiga Allah Tritunggal. Ia bukanlah Allah yang ketiga, yang memiliki derajat lebih rendah atau sekadar kuasa Ilahi yang tidak berpribadi. Dalam Perjanjian Lama, Roh Kudus juga dikenal dengan sebutan Roh Allah atau Roh Tuhan. Namun dalam Perjanjian Baru, penyebutan-Nya semakin jelas yakni: “Roh Kudus,” untuk membedakan diri-Nya dari pribadi Allah Bapa dan Allah Anak.

      Peran Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya juga sangat penting. Ia melahirbarukan kita, sehingga kita dapat menjadi anak-anak Allah. Melalui karya-Nya, kita dapat mengenal dan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat kita. Bahkan, Ia juga terlibat di dalam kehidupan doa orang-orang percaya, tatkala mereka ada di dalam kesulitan.

Selain semuanya itu, Alkitab juga menjelaskan bahwa Roh Kudus memenuhi orang percaya. Apakah artinya? Bagaimana kita mengetahui bahwa Roh Kudus memenuhi kita? Kepenuhan Roh Kudus tidak sama dengan mistik timur, di mana kita menjadi “manusia super” yang memiliki ilmu kebal dan sebagainya; bahkan kita dapat memakai-Nya untuk tujuan-tujuan tertentu bagi kepentingan diri kita. Kepenuhan Roh Kudus ini berarti “hidup kita dipenuhi dengan kelimpahan hasrat untuk menyukakan hati Tuhan, mengikuti dan mentaati kehendak-Nya.”

Di dalam suratnya, Paulus menasihatkan jemaat di Efesus agar mereka “dipenuhi” dengan Roh Kudus (Ef. 5:18). Untuk memahami arti “dipenuhi” tersebut, Paulus memperbandingkannya dengan “hidup yang dikuasai atau dipengaruhi oleh anggur.” Berdasarkan perbandingan kedua kalimat tersebut kita dapat mengetahui bahwa arti “dipenuhi Roh Kudus” setara dengan arti “dikuasai oleh anggur.” Jika ini yang dimaksud oleh Paulus, maka kita dapat menyimpulkan bahwa hidup dipenuhi Roh Kudus adalah “suatu kehidupan yang dipengaruhi atau dipimpin oleh Roh Kudus;” seperti seseorang yang dipengaruhi atau dikuasai oleh anggur. Namun dalam hal ini kita masih perlu untuk hati-hati menafsirkannya, karena meskipun keduanya memiliki arti yang setara, tetapi memiliki perbedaan yang tajam. Jika seseorang dikuasai anggur, maka orang tersebut tidak akan sadar diri. Tapi, tidak demikian jika kita dipenuhi Roh Kudus. Dipenuhi Roh Kudus tidak menjadikan kita tidak sadar diri, melainkan sadar akan dosa dan dapat menguasai diri. Bukankah salah satu buah Roh Kudus adalah penguasaan diri?

Karena itu, tanda yang sah bahwa seseorang hidup dipenuhi Roh Kudus adalah adanya kehidupan yang terkontrol oleh kehendak Tuhan (firman-Nya), hidup bijaksana, dan tunduk pada Kristus, bukan tidak sadarkan diri (berekstasi dalam berbagai macam bentuknya) atau tidak dapat mengekang hawa nafsunya.

Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

Hubungi Kami