Minggu, 16 Mei 2010
Biarlah Terangmu Bersinar

"Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5:16 )

      Bagian ini masih merupakan lanjutan dari dua fungsi panggilan orang Kristen dalam dunia, garam dan terang. Dua hal yang sangat dibutuhkan oleh dunia tetapi bekerja dengan sifatnya masing-masing. Garam bekerja dengan cara tidak langsung, pelan-pelan dan tersembunyi sedangkan terang bekerja dengan langsung, terbuka dan cepat. Kedua sifat ini merupakan suatu keseimbangan sekaligus hikmat bagaimana anak Tuhan harus hidup dalam dunia.

      Terang adalah metafora yang sering dipakai dalam Alkitab bahkan sejak PL. Bangsa Yahudi sering menghubungkan terang sebagai simbol dari kehadiran Allah dan keselamatan. PB membawa suatu pengertian yang baru tentang istilah "terang". Terang bukan hanya ditujukan kepada diri Allah saja, tetapi juga kepada umat Allah. Paulus berkata dalam Efesus 5:8 dan 1 Tesalonika 5:5 bahwa kita adalah anak-anak terang bukan anak kegelapan. Dalam Matius 5:14-16 ini bahkan mengatakan bahwa kita adalah terang dunia.

Tuhan Yesus dalam ayat ini berbicara tentang status orang percaya. Dikatakan kita adalah terang dunia, bukan mirip terang dunia. ini adalah perubahan status. Dalam bagian Alkitab yang lain berulang kali dikatakan bahwa kita ini adalah anak kegelapan yangterhilang. Petrus mengatakan dengan jelas sekali perubahan status yang terjadi dalam diri kita. 1 Petrus 2:9, "Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yangtelah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yangajaib." Perubahan inilah yang memungkinkan kita dipanggil sebagai terang dunia.

Selain itu, Tuhan Yesus juga berbicara tentang fungsi dari terang itu sendiri. Terang ada supaya mengalahkan kegelapan. Dalam kisah penciptaan terang adalah hal pertama yang diciptakan Allah untuk mengalahkan kegelapan. Inilah sifat terang yang paling utama. Pada abad pertengahan banyak orang Kristen menjadi frustrasi dengan kehidupan dunia dan memilih hidup membiara/mengasingkan diri. Justru ini bukan kehendak Allah, kita adalah terang dan dipanggil untuk menerangi dunia dengan hidup dan ajaran kita. "Tidak ada orang yang menyalahkan pelita lalu meletakkan dibawah gantang." Tuhan Yesus ingin hidup kita menjadi terang semaksimal mungkin. Jadi kita harus menerangi dunia sesuai panggilan hi dup kita masing-masing. Mungkin kita tidak memiliki pengaruh dalam masyarakat tetapi kita tetap bisa menjadi terang sesuai kapasitas kita.

Tujuan menjadi terang bukan supaya kita dilihat hebat. Ini adalah spirit Farisi. Tujuan menjadi terang supaya Bapa di sorga yang dipermuliakan bukan diri kita. Ini adalah masalah motivasi diri. Untuk apa kita menjadi terang? Supaya dipuji orang? Agar kelihatan saleh? Tidak tetapi supaya Bapa yang dipermuliakan. Mengapa demikian? Karena kita bukan sumber terang itu, kita hanya memancarkan sumber terang yaitu Bapa sendiri.

Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

Hubungi Kami