"Ketika perempuan itu terus-menerus berdoa di hadapan TUHAN, maka Eli mengamat-amati mulut perempuan itu" (1 Samuel 1:12)
Keluarga mempunyai pengaruh yang dominan dalam pembentuhan karakter dari pada setiap anak. Karena memang pengaruh pertama yang diterima seorang anak dari lingkungan hidupnya adalah berasal dari keluarga, lebih tepatnya dari sang mama. Jadi sang mama mempunyai pengaruh yang sangat penting dalam pertumbuhan karakter kehidupan seorang anak. Walaupun Alkitab ditulis dalam konteks budaya yang paternalistik, namun didalamnya kita juga banyak menemukan perempuan atau mama yang memperoleh tempat yang penting dalam pandangan Tuhan. Melalui mereka inilah sejarah kerajaan Allah dan gereja dalam konteks karya keselamatan dari Allah hadir di dalam hidup manusia.
Dari sekian banyak perempuan atau mama yang bisa kita temukan, salah seorang diantaranya adalah Hana. Hana dalam bagian firman Tuhan yang kita baca ini digambarkan sebagai seorang mama yang hidupnya dipimpin dan dipenuhi Roh Kudus serta takut akan Tuhan. Hana digambarkan sebagai seorang mama yang hidup dan suka akan doa. Hana percaya bahwa Tuhan adalah Allah yang mendengar doa pergumulan anak-Nya. Untuk mendapatkan Samuel—anak yang Tuhan karuniakan—firman Tuhan mengatakan bahwa Hana terus berdoa memohon belas kasihan Tuhan dan didalam doanya Hana juga bernazar atau berjanji kepada Tuhan. Bila Tuhan memperhatikan kesengsaraannya dengan mengaruniakan anak, maka anak itu akan dipersembahkan kembali kepada Tuhan untuk menjadi hamba Tuhan seumur hidupnya, dan itu ditepatinya.
Dalam sejarahpun mencatat bagaiamana Presiden Abraham Lincoln, yang termasyhur karena usahanya untuk menghapus perbudakan dan perbedaan warna kulit di negeri yang dipimpinnya pernah berkata, "Semua keberhasilan dan kemajuan hidupku adalah utangku kepada ibuku yang tercinta." Jadi jangan abaikan pengaruh ibumu yang taat kepada Tuhan. Tak seorangpun yang akan miskin jiwanya bila ia mempunyai ibu yang taat kepada Tuhan. Hormatilah ibumu dalam takut akan Tuhan. Tuhan kiranya memberkati para mama. Happy Mother's Day.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index