"Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi." (Matius 5:14)
Suatu malam, salah satu saluran televisi di negara kita, menayangkan beberapa berita utama untuk hari itu. Acara yang biasa itu menjadi "tidak biasa" bagi orang Kristen, sebab berita yang bernomor empat itu adalah tentang pertikaian dua kelompok di dalam sebuah gedung gereja. Beberapa kali adegan emosional itu ditampilkan. Tampak sesama orang Kristen saling mendorong, memukul, berteriak, dan tak beda dengan pertikaian kriminal pada umumnya. Lebih menyedihkan lagi, pendeta dari kedua kubu yang bertikai juga ikut memanaskan situasi yang sarat luapan emosi tersebut. Dan lokasi gereja itu berada di daerah Aceh, yang mayoritasnya bukan orang Kristen.
Memprihatinkan memang, tapi inilah suatu sisi realita kehidupan kekristenan masa kini. Kekristenan menjadi tidak menarik bagi sebagian orang, bukan karena Kristus dan iman Kristen tidak memiliki daya tarik, melainkan karena kesaksian sebagian orang Kristen tidak lebih baik daripada kehidupan orang bukan Kristen yang ada di sekelilingnya. Bahkan mungkin saja kehidupan orang beragama lain jauh lebih baik daripada kehidupan orang Kristen. Jika orang bukan Kristen menipu di tengah dunia yang memang gelap karena dosa, maka sebagian orang yang menamakan dirinya "Kristen" menipu dalam komunitas Kristen. Jika para pemimpin politik mengejar kenikmatan pribadi dengan korupsi, maka sebagian pemimpin Kristen dengan serakah mengejar uang dan popularitas dengan mengorbankan kepentingan gereja Yesus Kristus. Bukankah ini hal yang sangat ironis? Inti permasalahannya, karena "pudarnya rasa takut akan Tuhan dan firmanNya."
Namun sesungguhnya panggilan orang Kristen bukan untuk menambah kegelapan dunia yang sudah semakin pekat ini, melainkan untuk menjadi terang dunia. Dalam masa PL, Israel dipanggil untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah (Yes. 49:6). Namun mereka gagal melaksanakan tugasnya sebagai terang dunia. Yesus mengganti peran mereka dan Dialah terang yang sesungguhnya. Peran sebagai terang dunia diteruskan kepada para murid Yesus. Itulah sebabnya la berkata, "kamu adalah terang dunia." Orang Kristen bukan sumber terang, melainkan memancarkan terang yang berasal dari Yesus. Terang tersebut bukan untuk ditutup di bawah gantang (alat pengukur biji-bijian) sehingga tidak berfungsi atau bahkan menjadi padam. Terang yang telah diterima orang Kristen hams memancar dengan tegas di tengah kegelapan dunia ini, bagaikan kota di atas gunung atau terang di atas kaki dian.
Orang percaya telah menerima "Terang," penyata sejati tentang Allah. Dia adalah Allah sendiri yang menyatakan diri kepada manusia. Melalui penyataanNya, orang percaya bukan hanya mengenal Allah sejati tetapi juga menerima hidup kekal (kualitas hidup baru yang berasal dari Allah). Tanggung jawab kita adalah memancarkan terang di dunia ini. Bagaimana caranya? Yesus katakan melalui "perbuatanmu yang baik" atau buah kelahiran baru yang telah kita terima dari Allah. Apa tujuan menjadi terang dunia? Bukan untuk membesarkan nama atau gengsi kita di dunia ini, melainkan untuk "memuliakan Bapamu yang di sorga." Semoga, kita yang mengaku percaya, memancarkan terang secara tegas agar Tuhan dipermuliakan. Amin.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index