| Minggu, 25 April 2010
Garam Dunia
"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang." (Matius 5:11)
Dunia adalah seperti sebuah pabrik besar yang terus-menerus memproduksi virus dengan kode induk DOSA, yang mengakibatkan kerusakan demi kerusakan hidup manusia. Ke dalam dunia seperti itulah, orang-orang percaya sejati, anak-anak Allah sejati, diutus sebagai garam. Inilah pangggilan hidup setiap orang percaya. Tuhan tidak berkata, “Mudah-mudahan engkau menjadi garam.” Tidak! Tuhan berkata, “Kamu adalah garam dunia.” Inilah bukan pilihan, tapi panggilan hidup yang sejati. Ketegasan panggilan hidup ini sampai diilustrasikan dengan suatu perumpamaan yang tidak mungkin terjadi, yaitu garam yang menjadi tawar. Tidak ada garam yang menjadi tawar, karena yang seperti itu pasti bukan garam.
Fungsi utama garam pada zaman itu, selain dipakai untuk memberi citra rasa, adalah mengawetkan daging dari proses pembusukan. Waktu itu belum ada tempat penyimpanan daging, dan temperatur setempat yang panas menyebabkan daging hewan cepat membusuk. Garam mencegah proses pembusukan tersebut. Kehadiran anak-anak Allah di dunia melalui kesaksian hidupnya yang benar, seharusnya membuat kejahatan di dunia menjadi terhambat dan semakin berkurang. Kita tidak bisa berharap dunia akan menjadi semakin baik, kejahatan semakin berkurang, kecuali pada saat yang sama, kebenaran semakin diwujudkan dalam kehidupan. Ketika kebenaran diwujudkan, dengan sendirinya kejahatan akan berkurang.
Ini bukan saja panggilan hidup setiap anak Allah, tapi juga merupakan ujian atas status iman yang paling otentik. Orang-orang percaya sejati ialah garam dunia, Tuhan tidak mengatakan bahwa mereka ialah garam gereja. Garam, sebaik apapun fungsinya, baru bermanfaat ketika dikeluarkan dari tempatnya, dileburkan dan dipakai. Garam di dalam botol, tidak ada fungsinya. Demikian juga dengan orang-orang Kristen. Ujian yang membuktikan status iman dan panggilan hidup anak-anak Allah tidak terjadi dalam gereja, tapi di dunia. Di sanalah, kita dipanggil untuk menyaksikan kehidupan iman Kristen, secara nyata dan berdampak. Gereja adalah tempat orang-orang percaya “digarami”, untuk menjadi garam di tengah dunia.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index
|
|