"Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring." (Matius 28:6)
Jalan Tuhan Yesus untuk menyelamatkan manusia tidak mudah/murahan. Hidup Tuhan Yesus selalu terancam, mulai Dia lahir ke dalam dunia sampai puncaknya di salib di Golgota. Pelayanan dan misi keselamatan Tuhan Yesus disikapi secara negatif, benar dianggap salah, menyelamatkan manusia disebut sebagai penyesat.
Manusia menghalalkan segala cara untuk mencelakakan Tuhan Yesus. Dengan uang, sebelum kematiannya, Yudas menyerahkan/menjual Tuhan Yesus dengan 30 keping uang perak (harga seorang budak). Setelah kematiannya, uang digunakan sebagai suap untuk menutup fakta bahwa Tuhan Yesus bangkit.
Walaupun manusia berusaha untuk menutup fakta bahwa Tuhan Yesus bangkit. Manusia percaya/tidak percaya bahwa Tuhan Yesus bangkit, manusia yang tidak percaya minta bukti bahwa Tuhan Yesus bangkit, yang tidak percaya berusaha untuk menutup fakta, tetapi yang pasti Tuhan Yesus bangkit dan hidup. la telah bangkit dari kematian.
Tidak ada yang dapat menghalangi Tuhan Yesus untuk bangkit, sekalipun teori manusia mengatakan: (a) Yesus tidak mati tapi pingsan, maka orang pingsan akan bangun
lagi; (b) Murid-murid Yesus mencuri mayat Yesus sehingga memunculkan seorang tokoh pengganti Yesus; (c) Yesus tidak disalibkan, maka tidak mati, yang disalibkan orang lain; (d) Karena terlalu cintanya kepada Yesus, murid-murid menganggap Yesus masih hidup.
Apapun teori yang ditemukan oleh manusia beserta alasannya, tapi yang pasti kebangkitan Tuhan Yesus menunjukkan/membuktikan bahwa:
• la hidup - tidak mati
• la menang - memberi kemenangan kepada murid-muridNya
• la benar - bukan pembohong, bukan penyesat
• Mengubah sikap murid-murid-Nya/orang yang percaya kepada-Nya, dari takut menjadi pemberani, ragu-ragu menjadi percaya, pengkhianat menjadi setia sampai mati
• Iman kepercayaan kita tidak sia-sia
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index