Minggu, 31 Januari 2010
Aku dan Karuniaku

"Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya." (1 Korintus 12:27)

      Seorang jemaat pernah menjawab demikian ketika diminta untuk bergabung di dalam sebuah pelayanan gerejawi: "Wah, Pak, saya ini tidak bisa apa-apa. Saya tidak punya karunia apapun. Lebih baik saya jadi jemaat biasa saja." Mungkin sekali kita sering mendengar atau bahkan kitalah yang melontarkan jawaban-jawaban semacam ini, yang sebenarnya hanya digunakan untuk "ngeles" (baca: menolak) undangan pelayanan. Dan biasanya, jawaban ini cukup manjur untuk mengamankan posisi sebagai orang awam atau jemaat pasif (yang tidak terlibat satu pelayananpun).

      Namun bercermin dari 1 Korintus 12:27-31, kita dapat melihat bahwa sebenarnya tidak ada satu orang Kristen yang tidak memiliki karunia rohani. Di ayat ke-27, Paulus menegaskan bahwa semua orang yang sudah menerima karya penebusan Tuhan Yesus merupakan bagian dalam anggota tubuh Kristus, di mana setiap orang memiliki peran dan fungsi untuk keberlangsungan pelayanan Tuhan. Dan untuk dapat menjalankan peran dan fungsi tersebut, Tuhan telah memberikan karunia-karunia yang berbeda-beda sesuai dengan peran yang dijalankannya. Jelaslah bahwa kita, sebagai anggota tubuh Kristus, telah diberikan karunia rohani untuk melakukan pekerjaan yang Tuhan ingin kita kerjakan.

      Lebih lanjut, Paulus juga menjelaskan bahwa tidak semua orang mendapatkan karunia yang sama. Tidak semua orang menjadi rasul, nabi, atau pengajar (ay. 29). Tidak semua orang bisa mengadakan tanda-tanda mujizat, menyembuhkan, berbahasa roh atau untuk menafsirkannya (ay. 30). Perbedaan-perbedaan yang ada ini haruslah dilihat sebagai sebuah keunikan yang sengaja Tuhan rancang dengan tujuan supaya masing-masing anggota bisa saling menopang, saling mengisi, dan saling membangun satu dengan yang lainnya (bnd. 1Kor. 14:4) untuk mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan Tuhan di dalam dunia ini.

      Dengan mengerti kebenaran ini, maka sebenarnya kita diingatkan sekaligus didorong untuk mengembangkan dan mempergunakan karunia-karunia rohani kita demi kelangsungan tubuh Kristus dan pekerjaan kerajaan Sorga. Ketika satu orang percaya tidak menggunakan karunianya, maka di sanalah kekacauan itu akan terjadi, sebagaimana satu anggota tubuh tidak berfungsi akan menyebabkan tubuh menjadi sakit. Dan bagi Yesus Kristus, orang yang demikian adalah hamba yang jahat dan malas (bnd. Mat. 25:26)

Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

Hubungi Kami