"Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang." (1 Korintus 12:4-6)
Perjanjian Baru memberikan tempat yang menonjol untuk fungsi Roh Kudus yang memberikan berbagai karunia untuk memperlengkapi orang percaya dalam berbagai pelayanan di gereja atau tempat yang lain. Kebenaran ini dijelaskan oleh ayat-ayat di atas.
"Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh." Anak kalimat "ada rupa-rupa karunia" digabungkan dengan anak kalimat "tetapi satu Roh." Ini berarti hanya ada satu Roh yang memberikan karunia-karunia ini. Roh Kudus yang memampukan angota-anggota gereja menerima, mengembangkan, dan menerapkan karunia-karunia ini dalam pelayanan. Apapun karunia itu, Roh yang satu bekerja di dalam kehidupan orang percaya. Karena Roh Kudus berada di belakang setiap karunia yang dibagikan kepada umat Allah, maka Paulus mengingatkan jemaat Korintus agar tidak seorangpun yang boleh merasa sombong dan merasa lebih hebat dari yang lain, sehingga menimbulkan perpecahan.
"Ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan." Dalam bagian ini Paulus mengajarkan bahwa Tuhan Yesus bertanggung jawab atas kepelbagian pelayanan rohani dalam komunitas Kristen. Kata Yunani "pelayanan" (diakonion) sebetulnya berarti pelayanan-pelayanan yang dilakukan dalam konteks gereja. Ada yang berkotbah, mengajar Sekolah Minggu, menjadi anggota paduan suara, konseling, administrasi dsb. Kristus memperlengkapi setiap orang percaya untuk melayani-Nya. Dia adalah Tuhan yang sama tanpa membeda-bedakan kasih. Dia akan mengakui setiap pribadi, yang melakukan pelayanan dengan kerendahan hati (Mat. 25:34-40).
"Ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang." Kata Yunani "perbuatan" (energemata) diterjemahkan bahasa Inggeris: energy, energetic, and energize, yakni suatu tindakan yang merupakan hasil dari kekuatan energizing Allah. Misalnya, ketika seorang pendeta berkhotbah dalam kebaktian Minggu pagi, ia mungkin telah mempersiapkan naskah kotbahnya. Tapi ia hanya dapat berkomunikasi dengan efektif hanya ketika Allah memberikan kekuatan kepadanya untuk berkotbah. Seluruhnya tergantung pada Sang Pemberi kekuatan itu.
Semua orang percaya yang telah diperlengkapi dengan berbagai karunia untuk melayani-Nya, hanyalah pelayan-pelayan Allah dan harus senantiasa menjaga kesatuan tubuh Kristus. James Merritt menulis: "Karunia-karunia rohani dimaksudkan oleh Tuhan untuk membawa keharmonisan, bukan ketidakharmonisan, membawa kesatuan, bukan perpecahan. Mereka dimaksudkan menjadi titik-titik saling menyambung dan bukan garis-garis pemisah."
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index