"TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia." (Ratapan 3:25)
Puji Tuhan, konsep "baru" dan "kekal" Tuhan tanamkan dalam hati kita dan inilah yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Meskipun karena proses waktu kita menyadari bahwa tidak pernah ada sesuatu yang baru selamanya, tetapi kita masih tetap mengharapkan dan menantikan sesuatu yang baru.
Ketika seorang anak remaja yang masih ingusan berkata kepada pacarnya, "Aku berjanji akan mencintaimu selamanya," secara tidak disadari bahwa dia telah mengekspresikan konsep "kekal" yang ada dalam dirinya, padahal besok pagi atau minggu depan dia bisa mengucapkan janji yang sama kepada pacar yang lain.
Sungguh tak terselami hikmat Allah yang telah menempatkan kita yang memiliki konsep "baru" dan "kekal" ini dalam dunia yang terus "berubah" dan "sementara". Betapa ironisnya ketika Charles Darwin dalam teori evolusinya berasumsi segala sesuatu dalam alam semesta ini akan berevolusi dari yang anorganik menjadi organik, yang sederhana jadi kompleks dan yang lemah menjadi sempurna, padahal dalam kenyataannya segala sesuatu bukan bertambah baru melainkan bertambah lama, bukan bertambah baik melainkan bertambah rusak.
Firman Tuhan yang disampaikan oleh Yeremia berkata: "Because of the Lord's great love we are not consumed, for His compassions never fail. They are new every morning, great is Your faithfulness" (Lamentations 3:22-23). Jika hingga hari ini kita masih eksis dan tidak lenyap, itu semata-mata karena kasih Allah yang besar, yang selalu baru tiap pagi. Untuk memelihara hidup manusia Tuhan menyediakan air dan udara yang selalu baru melalui proses alam, yang masuk ke dalam tubuh kita, baik air maupun udara adalah bersih adanya, tetapi yang keluar dari tubuh kita baik air dan udara tidak ada yang bersih.
Kesetiaan Tuhan bukan hanya dinyatakan melalui hal-hal yang bersifat materi yang akan berubah dan sementara, melainkan menunjuk kepada hal-hal yang bersifat rohani yang tidak akan berubah dan kekal selamanya. Tepat sekali apa yang dikatakan oleh Paulus, "Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari." (2 Korintus 4:16).
Apakah issue dunia akan kiamat pada 21 Desember 2012 (21/12/12) seperti ramalan dalam buku "Investigasi Akhir Zaman" oleh Lawrence E. Joseph akan terjadi? Kita tidak tahu, yang jelas bahwa issue ini tidak sesuai dengan pengajaran Alkitab, tetapi yang jelas bahwa cepat atau lambat Tuhan Yesus akan datang kembali, Dia akan menjadi semuanya "baru" dan "kekal" bukan hanya dalam konsep saja melainkan merupakan kenyataan yang menjadi pengharapan kita bersama. Apapun yang terjadi dalam tahun yang baru ini, tetap mendorong kita bersyukur atas kesetiaan Tuhan yang telah nyata sampai hari ini, dengan harapan Tuhan akan terus memelihara kita sampai Dia datang kembali, amin.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index