"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." (2 Korintus 5:17)
Tak terasa kita sudah berada di penghujung tahun 2009, waktu berjalan begitu cepat!.Satu pertanyaan yang perlu kita renungkan bersama adalah, "Setelah tahun demi tahun, makin menjadi orang Kristen seperti apakah saya ini?” Makin serupa Kristus? Ataukah sebenarnya kehidupan rohani kita tidaklah bertumbuh sebagaimana mestinya. Tentunya hal ini tidak diukur semata-mata dari status rohani kita di gereja,kerajinan kita beribadah dan datang persekutuan doa, kesetiaan kita untuk berdoa dan bersaat teduh,atau keterlibatan kita dalam pelayanan gerejawi.
Seorang yang rohaninya bertumbuh akan setia dalam hal-hal rohani tersebut, tetapi tidak sebaliknya, seseorang yang setia dalam hal-hal rohani tersebut adalah seorang yang rohaninya bertumbuh. Karena mengingat orang Farisi dan ahli Taurat, jangan-jangan semua itu dilakukan sebagai 'topeng rohani' di hadapan orang lain, bahkan Tuhan sendiri.
Firman Tuhan mengingatkan bahwa kehidupan kita sebagai orang yang percaya kepada Kristus adalah kehidupan yang baru, ciptaan baru di dalam Kristus. Ini ditandai dengan beberapa hal:
1. Dia hidup tidak lagi untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Kristus yang mati dan bangkit.
Sebagai orang percaya hidup kita telah diubah dari hidup untuk diri sendiri menjadi hidup untuk Kristus. Itu berarti segenap aspek kehidupan kita—diri sendiri, keluarga, pekerjaan, pelayanan, dsb.—harus dipersembahkan dan dihidupi di dalam Kristus dan Firman-Nya. Tahun demi tahun berlalu, bagaimana semuanya itu kita hidupi? Kiranya Tuhan memberikan kepekaan dan kesungguhan agar kita menyadari dan berkomitmen kembali untuk mempersembahkan segenap aspek kehidupan kita kepada-Nya. Kita melayani, bekerja, membesarkan anak-anak, memimpin keluarga.dan lainnya hanya untuk memuliakan Kristus dan dipakai sebagai saluran berkat untuk kegenapan rencana-Nya.
2. Dia hidup tidak lagi sebagai ciptaan lama, tetapi sebagai ciptaan baru.
Sebagai orang percaya hidup kita telah dibebaskan dari dosa dan dimampukan untuk hidup dalam kebenaran. Tahun demi tahun berlalu bagaimana kehidupan kita dalam kebenaran? Adakah dosa tersembunyi yang masih kita simpan? Ataukah dosa dalam wujud kebiasaan buruk yang kita biarkan karena tidak lagi kita sadari? Mungkin itu sikap arogan, kemarahan yang merusak, dendam, dsb. Mari kita memohon kepada Tuhan supaya tahun mendatang adalah tahun pergumulan kita bersama Tuhan untuk mematikan 'manusia lama' kita (kedagingan dan dosa) dan menghidupi kehidupan dalam kebenaran dengan lebih sungguh lagi.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index