Minggu, 06 Desember 2009
Tatkala Dunia Tertidur

"Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." (Yohanes 1:4-5)

      Pada mulanya adalah Firman;Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (Yohanes 1:1). Firman itu telah menjadi manusia,dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa,penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yohanes 1:14)

      Berbeda dengan ketiga injil synoptic yang terdahulu, yang melihat Kristus dari sudut pandang manusia, Injil Yohanes melihat Kristus dari sudut pandang Allah. Orang Yunani percaya bahwa "Logos" adalah sumber segala sesuatu, sedangkan orang Yahudi percaya bahwa "Allah" adalah sumber segala sesuatu.

      Sebagai introduksi dari tulisannya, Yohanes menegaskan bahwa Logos itu adalah Allah sendiri, jadi Allah itu bukan Allahnya orang Yunani atau Allahnya orang Yahudi saja, melainkan Allah yang telah berinkarnasi menjadi manusia dan Dialah Allah seluruh umat manusia

      Dari tiga aspek, Yohanes memperkenalkan Kristus kepada kita: (1) Dia adalah Tuhan semesta alam,agar kita mengerti hubungan Kristus dengan Allah Bapa. (2) Dia adalahTuhan sejarah, agar kita mengerti hubungan Kristus dengan manusia. (3) Dia adalahTuhan dan Juruselamat dunia, agar kita mengerti hubungan Kristus dengan masa depan dunia dan manusia.

      Injil Lukas mencatat ketika Yesus lahir di malam Natal, penduduk Betlehem dan sekitarnya tengah tertidur, kecuali para gembala di padang Efrata yang mendapat wahyu Tuhan, tidak ada orang yang tahu akan kelahiran-Nya. Injil Matius mencatat, setelah lewat hampir 2 tahun kemudian, para majus datang dari negeri Timur mendapat petunjuk khusus dari Tuhan melalui bintang-Nya, dan datang mencari Raja orang Yahudi yang telah lahir, berita ini menggemparkan seluruh Yerusalem yang dalam kondisi masih tertidur. Injil Yohanes mencatat bahwa Dia datang kepada milik kepunyaan-Nya, dan diam di antara kita, namun sayang sekali, setelah lewat dua ribu tahun lebih, sejak Dia datang ke dunia, ternyata hingga hari ini dunia masih tertidur dalam dosa dan kemerosotan moral yang makin hari makin mengerikan.

      Menyambut Natal tahun ini, mari kita yang telah beroleh anugerah khusus Tuhan, menjadi para gembala di padang Efrata, menjadi orang-orang majus dari negeri Timur memberitakan injil-Nya, melepaskan manusia dari belenggu dosa membangunkan dunia dari tidurnya, dengan anugerah Tuhan menyongsong masa depan kita. Amin


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

Hubungi Kami