"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai." (Yesaya 9:5)
Dalam ayat yang menjadi pokok pembahasan kita, kita membaca bagaimana Tuhan memberikan janji bahwa akan ada pertolongan. Mengapa janji ini diberikan? Ini adalah rangkaian pemberitaan tentang janji Tuhan untuk menolong bangsanya (Yesaya 7-9).
Yesaya 7:1-2 memberitahu kepada kita bagaimana Raja Ahas begitu gentar menghadapi Raja Aram dan Raja Israel yang maju ke Yerusalem untuk berperang melawan kota itu. Hati Raja Ahas digambarkan gemetar ketakutan seperti pohon-pohon hutan bergoyang ditiup angin. Oleh karena itu Tuhan memberikan tanda di Yesaya 7:14 tentang kelahiran seorang anak dan bagaimana dalam ayat-ayat selanjutnya dipertegas tentang seperti apakah anak tersebut.
Dikatakan bahwa seorang anak telah lahir, seorang putera telah diberikan untuk kita. Ada 4 hal tentang anak ini yaitu, Dia adalah Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
• Penasihat Ajaib menunjuk kepada Mesias sebagai Raja yang akan melaksanakan apa yang telah direncanakan. Ajaib karena ini akan membuat dunia bertekud lutut mengakui bahwa Dia adalah Raja segala raja dan Tuhan segala Tuhan.
• Allah yang perkasa – berarti Dia adalah Allah yang Maha Kuasa, dapat melakukan apa yang telah direncanakan, memegang kendali untup setiap keadaan.
• Bapa yang kekal. Dia akan menjadi pelindung, penyedia dan penolong yang dapat diandalkan karena Dia sudah ada, tetap ada sekarang sampai selama-lamanya. Yang sekarang ada mungkin hanya bisa menolong sebatas dia masih hidup, tetapi Bapa yang Kekal berbicara mengenai keberadaannya yang terus ada.
• Raja Damai. Pemerintahannya akan membawa damai sejahtera. Lebih lanjut Yesaya menggambarkan pemerintahan Raja Damai di Yesaya 11:6-9 di mana akan ada pengenalan kepada TUHAN di seluruh bumi.
Pemerintahan ini akan kokoh dan akan terus berlangsung. Mengapa? Karena memiliki dasar dari keadilan dan kebenaran. Walaupun raja yang ada saat itu adalah Ahas. Dia digambarkan sebagai raja yang tidak melakukan apa yang benar di mata TUHAN, bahkan mempersembahkan anaknya sebagai korban api, sesuatu yang sangat keji di hadapan Tuhan (2 Raja-raja 16:2-4). Tetapi akan tiba saatnya seorang Anak yang merupakan keturunan dari Daud, Dia akan datang dan pemerintahannya pasti berbeda. Tuhan pasti menepati janji-Nya karena dikatakan “Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.” Penggenapan janji ini digenapi dalam diri Yesus
Kristus.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index