"Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." (1 Tesalonika 5:16-18)
Ada orang berkata demikian, “Ketika Kristus datang kembali, maka la akan menghapus air mata kita, namun la tidak akan pernah menghapus segala tawa atau sukacita kita." Bersukacita adalah salah satu hal yang dapat kita miliki di dunia saat ini,dan dapat membawanya ke kekekalan atau ke dunia yang akan datang.
Hati yang bersukacita bukanlah suatu kegembiraan yang diperoleh karena memiliki barang materi secara berlimpah dan dapat menikmati barang materi tersebut. Seringkali orang beranggapan kalau memiliki banyak barang materi maka dia akan berbahagia, namun realita menyatakan bahwa tidaklah demikian. Hati yang bersukacita bukanlah suatu sukacita yang dapat kita peroleh karena hidup dalam kenikmatan dosa. Hati yang bersukacita berarti memiliki hati dan sikap optimis untuk menghadapi hidup yang penuh tantangan dan kesulitan ini, karena kita percaya kepadaTuhan dan penyertaan-Nya.
Sukacita orang Kristen adalah sukacita yang sama sekali berbeda. Paulus menulis surat Filipi yang disebut "Kitab Sukacita” karena di dalamnya ada begitu banyak ungkapan tentang sukacita. Mengapa surat Filipi ini bisa menjadi surat yang penuh sukacita padahal surat ini ditulis ketika Paulus sedang berada di dalam penjara? Karena sukacita sejati terjadi tanpa dipengaruhi oleh lingkungan. Paulus bersukacita karena dia sedang taat pada kehendak Tuhan untuk memberitakan lnjil kepada orang-orang di kota Filipi. Paulus bersukacita karena dia telah nenemukan rahasia untuk bersukacita, yaitu tetap berdoa dan bersyukur kepada Tuhan di dalam segala keadaan (1Tes. 5:17-18).
Paulus tidak pernah meragukan akan kasih dan penyertaan Tuhan, di dalam segala hal dia tetap percaya dan bersandar kepada Tuhan melalui doa dan ucapan syukur. Sukacita di dalam kehendak Tuhan adalah sukacita yang dikuduskan dan diberikan oleh Tuhan kepada orang percaya. Kitab 1Tes. 5:16-18 adalah perikop pertama yang mencatat beberapa sikap hidup orang Kristen yang berhubungan dengan “kehendak Allah” yaitu: pertama, Tuhan menghendaki kita menjadi orang yang bersukacita; kedua,Tuhan menghendaki kita menjadi orang yang tetap berdoa; dan ketiga, Tuhan juga menghendaki kita menjadi orang yang senantiasa bersyukur di dalam segala keadaan. Kehidupan kita setiap hari hendaklah menyatakan ketiga sikap ini. Orang yang bersukacita akan senantiasa bersyukur kepada Tuhan, dan semakin dia tahu bersyukur kepada Tuhan semakin dia bersukacita.
Paulus dipenjarakan karena Injil, tetapi ia bisa memberi nasihat kepada orang-orang yang ada di luar penjara dengan berkata, “Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan" (Filipi 4:4). Inilah suatu teladan yang sangat baik yang Paulus berikan kepada kita, sebab itu bersukacitalah, berdoalah dan bersyukurlah!
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index