Minggu, 08 November 2009
Jangan Lupakan Tuhan dan Anugerah-Nya

"Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini." (Ulangan 8:18)

      Ketika membaca Kitab Ulangan adalah sangat baik bila menemukan tema utamanya yakni Perjanjian—dasarnya yaitu anugerah. Pemilihan TUHAN atas Israel bukanlah atas dasar kualitas keberadaan mereka, misalnya jumlah dan kekuatan mereka, tetapi semata-mata karena kasih llahi atas mereka yang tak dapat dijelaskan kecuali melulu karena kehendak TUHAN. Karena itu tak ada yang lebih menonjolkan anugerah llahi lebih dari kesadaran diri yang tulus tentang ketidaklayakan penerimanya. Inilah yang seharusnya membuat Israel (kita) tak dapat membanggakan diri sedikit pun,sebaliknya mengucap syukur atas anugerah-Nya yang telah memilih, membebaskan mereka dari perbudakan tanah Mesir, memimpin dan memelihara mereka selama empat puluh tahun dalam perjalanan menuju tanah Kanaan.

      Sangatlah mudah bagi umat Israel melupakan kebaikan dan anugerah TUHAN, ketika kelak sesudah masuk ke tanah Kanaan. Bukankah penaklukan suatu daerah itu menunjukkan keperkasaan atau kehebatan mereka? Umat Israel perlu diingatkan bahwa penaklukyang sesungguhnya adalah TUHAN, bukan Israel (ayat 11).

      Inilah yang coba diingatkan oleh Musa, bahwa TUHAN lah yang telah menetapkan seluruh perjalanan Israel. Selama empat puluh tahun di padang gurun, lsrael menghadapi banyak kesulitan, tetapi TUHAN tidak pernah meninggalkan mereka dan mereka juga tidak pernah kekurangan. Israel dipelihara oleh TUHAN secara ajaib (ayat 3-4). Bahkan TUHAN mengaruniakan suatu negeri—Kanaan—yang berlimpah susu dan madu. Musa mengingatkan dengan berkata,"Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepadaTUHAN Allahmu sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini." (Ul. 8:17-18).

      Marilah dengan pemahaman yang sama kita melihat keberadaan hidup kita hari ini. Hidup kita adalah anugerah Tuhan. Tuhan Yesus yang telah menyelamatkan kita, di dalam berkat dan anugerah-Nya yang berlimpah-limpah kita dipelihara-Nya hari lepas hari. Janganlah sekali-kali melupakan Tuhan, sebaliknya dengan taat dan setia mengiringi Dia seumur hidup kita. Di dalam ketaatan, lakukanlah segenap perintah-Nya dengan setia, maka berkat dan anugerah-Nya akan turun atas kita sekalian. Amin.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

Hubungi Kami