Minggu, 01 November 2009
Dasar Kita Bersyukur

"TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Ia Allahku, kupuji Dia, Ia Allah bapaku, kuluhurkan Dia." (Keluaran 15:2)

      Setiap manusia mempunyai 3 masa dalam hidupnya yaitu masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang (esok), untuk sampai pada masa yang akan datang (esok) harus melewati masa kini dan masa lalu. Ada dua cara yang umumnya dipilih manusia untuk menyikapi 3 masa itu:

      1. Menolak, manusia cenderung melupakan masa lalu, apalagi kalau masa lalu itu penuh kepahitan, kekurangan, kegagalan, penderitaan dan lain-lain yang bersifat negatif. Orang itu tidak bisa menerima keadaan masa lalunya maka orang yang demikian akan sulit melewati masa kini apalagi masa yang akan datang, kalaupun bisa melewati masa kini kemungkinan menjadi orang sombong/sewenang-wenang sangat besar.

      2. Menerima, masa lalu yang penuh dengan kepahitan, kekurangan, kegagalan dan lain-lain yang bersifat negatif tidak akan selalu negatif tergantung bagaimana kita menyikapinya bahkan dapat menjadi pijakan untuk menuju kesuksesan di masa yang akan datang. Bagaimana mungkin? Kuncinya adalah bersyukur di dalam Tuhan kita, Yesus Kristus (ingat kisah Yusuf ketika dijual oleh saudara-saudaranya sampai dia menjadi raja muda di Mesir, hal yang tidak menyenangkan, di dalam Tuhan dapat dipakai untuk mendatangkan kebaikan Yusuf tidak bersungut-sungut, tapi bersyukur).

      Seperti bangsa Israel juga mempunyai 3 masa dalam kehidupannya, masa lalu ketika mereka menjadi budak Firaun di Mesir selama 430 tahun dan penuh penderitaan. Di dalam masa yang sulit ini mereka berseru-seru kepada Tuhan. Tuhan membawa mereka keluar dari Mesir menuju tanah perjanjian yaitu Kanaan, suatu negeri yang berlimpah dengan susu dan madu. Dalam perjalanan dari Mesir sampai Kanaan, bukan suatu perjalanan yang mudah, penuh suka dan duka, ada mujizat, ada pengajaran kasih dan keadilan Tuhan dinyatakan, penyertaan Tuhan sempurna, kasih setia Tuhan, anugerah Tuhan menyertai sepanjang perjalanan bangsa Israel.

      Bagaimana bangsa Israel menyikapi hal ini? Kadang bersungut-sungut, kadang bersyukur. Dalam kitab Keluaran, Bilangan, Ulangan, dicatat sepanjang bangsa Israel bersyukur, mengasihi dan setia kepada Tuhan mereka diberkati,tetapi ketika mereka bersungut-sungut mereka dihukum danjauh dari berkat Tuhan. Pertanyaan penting! Mengapa sebagai anak-anak Tuhan kita harus bersyukur dan apa dasarnya? takut tidak diberkati Tuhan. TIDAK, kita bersyukur karena Tuhan.

      Seperti bangsa Israel, kita diajak berhenti sejenak untuk melihat masa lalu kita, siapakah kita? Bagaimana Tuhan menuntun kita melewati masa lalu sampai kini. Di mana di dalamnya penuh dengan suka dan duka, tapi Tuhan yang mulia, kudus, kasih, setia, penuh kuasa kekal yang telah senantiasa menyertai perjalanan bangsa Israel, sehingga bangsa Israel merasakan kebaikan, kebesaran dan keselamatan dari Tuhan. Demikian juga dengan kita, siapakah kita? Tuhan telah memanggil, menyelamatkan bahkan memberi kesempatan buat kita melayani-Nya, serta merasakan anugerah, kasih setia, kemurahan, kebesaran dan didikan Tuhan dalam sepanjang hidup kita. Mari kita penuhi hari-hari hidup kita dengan ucapan syukur di dalam Tuhan.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

Hubungi Kami