Minggu, 18 Oktober 2009
Sola Gratia

"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri." (Efesus 2:8-9)

      Manusia selalu berusaha mendapatkan keselamatan dari Allah melalui usahanya, misal dengan berbuat baik atau amal, beragama, menjalankan ritual atau peraturan-peraturan keagamaan, dsb. Di dalam sejarah kekristenan, juga pernah muncul pandangan bahwa keselamatan bergantung pada usaha manusia. Misal, pada abad pertengahan, khususnya menjelang terjadinya Reformasi, para pemimpin gereja mengajarkan dan mempraktikkan bahwa keselamatan diperoleh melalui usaha manusia, al. surat penghapusan dosa. Para penganut ajaran Remonstran atau Arminianisme mengangggap bahwa dalam keselamatan, Allah bekerja sama dengan manusia. Allah memilih manusia berdasarkan iman dan perbuatan baik manusia. Dengan demikian Allah tidak Mahakuasa dan manusia lebih berkuasa daripada Allah sebab kehendak bebas dan keputusan manusia yang menentukan keselamatannya.

      Alkitab dengan jelas dan tegas mengajarkan bahwa keselamatan bukan berdasarkan usaha manusia, bahkan tidak ada sedikitpun jasa manusia di dalamnya. Keselamatan hanya berdasarkan anugerah Allah saja. Mengapa harus demikian?Doktrin Reformasi sangat menekankan urutan dosa-anugerah. Kita akan mengalami kesulitan untuk memahami anugerah Allah jika kita tidak mengenal keberadaan kita yang mati secara rohani, diperbudak oleh dosa dan roh-roh kegelapan, serta berada dalam murka Allah. Sebaliknya, jika kita menyadari keberdosaan kita yang sangat dahsyat dan tidak berpengharapan di hadapan Allah, maka kita akan menyadari betapa ajaib dan agungnya anugerah Allah bagi kita.

      Efesus 2:1-3 dengan jelas memaparkan tentang "kerusakan total" kita tanpa Kristus. Pertama, mati secara rohani (2:1). Paulus menunjukkan bahwa orang Yunani maupun orang Yahudi, semua orang, mati secara rohani. Kedua, penyebab kematian spiritual karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa kita (2:1). Ketiga, hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging (2:3). Keempat, mengikuti jalan dunia ini (2:2). Kelima, berada dalam pengaruh kuasa kegelapan (2:2). Keenam, berada dalam murka Allah (2:3b).

      Di luar Kristus, semua manusia terbelenggu oleh dosa dengan segala akibatnya. Namun di dalam Kristus, semua orang percaya (umat pilihan-Nya), mendapat keselamatan kekal dengan segala berkat-Nya. Semua itu karena anugerah Allah yang sangat besar. Keselamatan yang sangat besar yang diperoleh umat pilihan-Nya diungkapkan dengan istilah "menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus," "membangkitkan kita," dan "memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga."

      Sebab itu kita yang diselamatkan oleh anugerah Allah melalui iman kepada Kristus, seharusnya hidup kudus dan berbuat baik sebagai respons syukur kita atas keselamatan yang telah kita terima dalam Kristus. Perbuatan baik orang Kristen bukan untuk memperoleh keselamatan, melainkan sebagai hasil (buah) keselamatan. Sebab kita diselamatkan hanya oleh anugerah Allah saja. Puji Tuhan.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

Hubungi Kami