"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik." (2 Timotius 16-17)
Gerakan Reformasi abad XVI terjadi oleh semangat besar Martin Luther untuk menegakkan kembali ajaran Alkitab, mengingat ada sejumlah ajaran dan praktik Gereja telah menyimpang dari prinsip kebenaran firman Tuhan. 'Back to the Bible' menjadi slogan utama dari ajaran teologi Reformasi yang dirumuskan setelah gerakan Luther, dipegang sampai sekarang oleh denominasi gereja yang menyebut diri beraliran teologi Reformasi.
Pasa graphe teos pneutos (all scripture is God breathed) dari ayat 2Tim. 3:16, menjadi acuan pemahaman bahwa seluruh kitab suci adalah dinafaskan oleh Allah sendiri,tidak bersalah pada penulisan naskah aslinya,dan menjadi satu-satunya tolok ukur/pedoman iman Gereja Kristen yang berotoritas penuh. Pemahaman dasar ini menjadi fondasi sekaligus sumber yang daripadanya dirumuskan seluruh doktrin iman Kristen lainnya. Alkitab yang terdiri dari 66 kitab (39 Kitab Perjanjian Lama dan 27 Kitab Perjanjian Baru) adalah satu-satunya sumber kebenaran yang diwahyukan secara tertulis.
Tapi kalau kita simak ayat 2Tim. 3:16-17 secara lengkap, maka jelas bahwa Allah mewahyukan firman-Nya bukan untuk sekadar perumusan doktrin, tapi untuk tujuan yang bersifat aplikatif; untuk memperlengkapi setiap orang pilihan, untuk melakukan pekerjaan baik. Tujuan akhirnya adalah untuk memperlengkapi setiap kita supaya dapat menjalankan kehidupan yang benar, yang baik, seperti yang telah Allah rencanakan bagi setiap kita (Ef. 2:10). Slogan Reformasi: Kembali kepada Alkitab, tidak akan ada manfaatnya kalau setiap kita tidak menyelaraskan hidup kita dengan firman yang telah diberikan. Itu sebabnya setiap orang percaya, harus mendisiplin diri membaca dan merenungkan firman Tuhan setiap hari, dan menaatinya. Murid Kristus yang sejati, adalah mereka yang mempelajari, memahami dan melakukan segala sesuatu yang Kristus telah perintahkan (Mat. 28:20).
Semoga semangat Reformasi yang sejati, kembali berkobar di dalam kehidupan jemaat GKA Gloria, bahkan setiap orang percaya yang menyadari dan memahami nilai dari warisan Sejarah Gereja yang benar.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index