"Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain..." (Kolose 3:16)
Pertumbuhan rohani merupakan hal yang dikehendaki Tuhan terjadi dalam kehidupan setiap orang yang telah mengalami lahir baru dalam Kristus. Hal tersebut ditandai dengan adanya perubahan yang berarti; baik di dalam iman, moral, karakter, tingkah laku dan kebiasaan hidup, yang semakin hari semakin baik, benar dan serupa dengan Kristus. Hal itulah yang Paulus ajarkan melalui firman Tuhan dalam Kolose 3 dan 4.
Ibadah merupakan bagian yang sangat penting dan tidak terpisahkan dari kehidupan seorang percaya. Dan ibadah menurut firman Tuhan bukan hanya berarti ritual keagamaan yang dilakukan secara rutin oleh setiap umat Tuhan melalui ibadah di gereja, tapi menyangkut hubungan yang mendalam (relasi yang intim) antara Tuhan dengan anak-anak-Nya, melalui relasi itulah anak-anakTuhan mengalami perubahan hidup ke arah menyerupai Kristus.Ibadah memiliki kuasa untuk mengubahkan hidup apabila:
• Berpusat pada Kristus (Theosentris)
"Hendaklah perkataan Kristus diam ....di antara kamu ..."(Kol.3:16a)
Dalam ibadah perkataan Kristus (yaitu Firman Allah) harus selalu dibaca, dipelajari, direnungkan dan kemudian diterapkan dalam hidup orang percaya.
"....dengan segala hikmat mengajar dan menegur ....sambil menyanyikan mazmur dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah." (Kol. 3:16b)
Pujian dalam ibadah dinyanyikan sebagai satu penyembahan dan rasa syukur kepada Tuhan, selain itujuga melalui pujian dapat mengajar dan menasehati orang agartaat padaTuhan.
• Ada penyerahan diri secara total kepada Tuhan
Hal ini merupakan inti dari ibadah kita. Pada saat kita siap berserah total pada-Nya, bukan berarti kita pasrah secara pasif, tapi itu berarti kita rela untuk taat secara total kepada Tuhan, walaupun ada pengorbanan hidup yang harus dijalani. Bahkan harus rela menderita demi mengubah apa yang perlu diubah dari hidup kita.
Kuasa Tuhan pernah dialami oleh Paulus dan Silas pada saat dalam keadaan terbelenggu di penjara Filipi mereka memuji Tuhan, memberitakan firman dan taat pada Tuhan .... keadaan berubah secara drastis, mereka bukan hanya terlepas dari belenggu, tapi kemudian dapat membawa kepala penjara dan seisi rumahnya percaya kepada Tuhan. (Kis. 16:19-34).
Relasi yang intim dengan Tuhan akan membuat kita semakin mengenal dan mengasihi Tuhan, dan menumbuhkan iman kita semakin kuat dan kokoh kepada-Nya. Hal itu akan dapat dikenali dari moral, pola hidup, karakter yang baik dan benar, yang semakin membenci dosa dan rindu untuk selalu menyenangkan hati Tuhan. Tidak pelak lagi, seperti inilah kehidupan yang memuliakan namaTuhan dan menjadi berkat bagi sesama. Mari kita pusatkan ibadah kita kepada ibadah yang berkenan di hadapan Tuhan.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index