Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (Lukas 4:8)
Lukas 4:8 adalah perkataan Tuhan Yesus yang sangat keras kepada Iblis yang sedang mencobai-Nya. Perkataan yang sama yang juga dikatakan dalam Ulangan 6:13, yang mengingatkan kepada bangsa Israel untuk beribadah kepada Allah. Dari dua bagian firman ini, dapat kita simpulkan bahwa “Menyembah dan Berbakti” (Beribadah) kepada Allah, merupakan sebuah perintah yang hams dilakukan oleh setiap anak-anakTuhan.
Salah satu definisi dari kata Ibadah (worship) adalah sebuah relasi antara Allah dan umat-Nya. Di mana umat Allah datang dengan penuh penghormatan (bersujud) kepada Allah. Hal ini merupakan sebuah mujizat, yaitu diri Allah yang Kudus berkenan untuk menemui umat-Nya yang berdosa. Yang mana kita menyadari bahwa yang kudus tidak pernah bersatu dengan yang berdosa. Namun dalam ibadah, perjumpaan antara Allah yang kudus dan manusia yang berdosa, terjadi. Ini bukan berarti Allah berkompromi dengan dosa melainkan Allah telah menyatakan keadilan-Nya dalam diri Putra Tunggal-Nya yaitu Kristus, untuk mengundang dan menerima manusia yang berdosa.
Sebab itu dalam sebuah ibadah, fokus utama adalah untuk menyenangkan hati Allah (teosentris), bukan menyenangkan hati manusia (antrophosentris). Bagaimana kita dapat menyenangkan hati Allah? Mari kita lihat, seberapa dalam Allah merindukan perjumpaan dengan anak-anak-Nya. Dalam Alkitab digambarkan, kerinduan Allah untuk bersekutu dengan (menjumpai) umat-Nya, sebagai berikut: Tuhan rindu tinggal dalam Bait-Nya (1Kor. 6:19), Pokok anggur dan ranting yang tidak pernah terpisahkan (Yoh. 15:5) dan Mempelai laki-laki yang menanti-nantikan kehadiran dari mempelai perempuan (Yes. 62:5). Sebab itu, sebuah ibadah yang mendambakan Allah merupakan sebuah ibadah yang menyenangkan hati Allah. Yang di dalamnya perlu disertai dengan kesungguhan hati beribadah kepada Allah, menghormati Allah dan mengagungkan Allah dalam kekudusan.
Dengan demikian, saat kita beribadah perlu kita sadari bahwa kita sedang melakukan perintah Allah untuk beribadah, yang merupakan undangan dari Allah, kerinduan hati Allah untuk bertemu dengan umat-Nya dan menyenangkan hati-Nya. Sebab itu, marilah kita responi undangan Allah ini dengan sikap yang benar dan penuh hormat dan pengagungan kepada Allah. Tuhan memberkati.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index