Minggu, 19 Juli 2009
Pelayan yang Menjadi Berkat

"Ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang." (Markus 2:3)

      Jika kita mendalami arti sebuah pelayanan, maka "melayani" adalah gaya hidup orang yang telah ditebus oleh Kristus. Ada banyak data Alkitab yang memberitahukan kepada kita, bahwa setelah kita menjadi milik Tuhan, maka orientasi hidup kita adalah "melayani," baik melayani untukTuhan maupun sesama. Sebagai contoh, Alkitab menegaskan: "Janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih" (Gal. 5:13); termasuk panggilan untuk melayani Tuhan sebagai saksi-Nya (1Ptr. 2:9).

      Melayani merupakan sebuah anugerah,hak dan kesempatan yang indah, yang Tuhan berikan kepada kita. Maka sebagai umat-Nya sudah sepatutnya kita merespons dengan benar kesempatan ini. Namun permasalahannya adalah: "Bagaimana kita dapat menjadi pelayan yang menjadi berkat bagi orang lain? Dari Markus 2:1-12, kita dapat menemukan pelajaran menarik tentang pelayan yang menjadi berkat bagi orang lain dan karakteristiknya.

      Pertama, melayani harus berpusat pada Kristus (Kristus-sentris). Kepada siapa kita mengarahkan pelayanan kita? Menarik sekali jika kita memperhatikan sikap keempat relawan yang menggotong orang lumpuh tersebut, mengapa? Karena mereka tidak mengarahkan diri kepada siapapun, kecuali kepada Kristus. Meskipun kita tahu bahwa banyak rintangan yang harus dilalui mereka, tetapi fokus kerja mereka hanya membawa orang lumpuh tersebut sampai berjumpa dengan Yesus Kristus. lnilah karakteristik seorang pelayan yang harus kita miliki, sebab sumber berkat sejati bukanlah diri kita, tetapi Kristus. Janganlah kita memalingkan pandangan orang yang kita layani kepada diri kita sendiri, tetapi sebaliknya hanya kepada Kristus.

      Kedua, melayani karena kasih. Kita tidak pernah tahu, siapa keempat relawan yang menggotong orang lumpuh tersebut. Mungkin mereka adalah sanakfamili atau sahabatnya; tetapi yang jelas mereka melakukan usaha yang cukup baik, di mana orang lumpuh tersebut dapat berjumpa Yesus. Adakah uang yang dibayarkan kepada mereka? Berapa jumlahnya? Kita juga tidak tahu! Mungkin dengan penuh kecurigaan kita dapat menduga-duga tentang motivasi mereka; tetapi yang jelas keempat orang ini menjalankan usahanya dengan baik. Dan usaha yang dilakukannya pasti didasarkan pada kasih mereka kepada orang lumpuh tersebut. Ini merupakan motivasi yang tidak boleh lepasdari orang Kristen dalam melayani Tuhan dan sesama. Pada masa kini, motivasi seperti ini telah menjadi "barang langka." Mengapa? Karena orang dunia telah menerapkan standar yang saya sebut dengan istilah: "professionalism money politics," di mana tanpa uang; tanpa penghargaan; orang tidak mau kerja; termasuk menolong sesama.

      Ketiga, melayani dengan kesungguhan. Meskipun keempat orang tersebut menghadapi jalan buntu, mereka tidak putus asa. Dengan berbagai cara dan ide, mereka menyelesaikan tugasnya. Ini merupakan sikap yang sangat baik, sebab mereka melayani dengan kesungguhan, tidak berhenti di tengah jalan. Bagaimana dengan kita hari ini? Marilah kita menjadi pelayan yang menjadi berkat bagi orang lain. Amin.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

Hubungi Kami