Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan." (Matius 14:16)
Ada 3 macam sikap anak-anakTuhan terhadap pelayanan: (1) Pelayanan itu bukan urusanku, (2) Pelayanan itu adalah tergantung kerelaan, (3) Pelayanan itu adalah suatu keharusan. Berapa banyak anggota jemaat mingguan, yang hadir hanya pada hari Minggu saja, yang tidak pernah peduli dan terlibat dalam pelayanan sama sekali. Kehadiran ibadah Minggu adalah suatu rutinitas yang menjadi suatu kebiasaan dalam kehidupan,seperti halnya makan, minum, tidur dan sebagainya.
Sebagian jemaat merasa jika kita adalah bagian dari satu komunitas, sudah seharusnya punya tugas kewajiban yang harus dilakukan, sepanjang itu mampu dilakukan dan sesuai dengan selera maupun situasi dan kondisi yang dihadapi.
Berbeda sekali dengan apa yang dikatakan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan" Walaupun hal itu merupakan suatu hal yang sulit dan tidak mungkin bisa mereka lakukan. Melihat kerumunan orang banyak dalam jumlah yang sangat besar, langsung mereka berasumsi untuk segera membubarkan kerumunan itu, agar tidak menimbulkan kesulitan yang lebih besar, ini cara yang paling umum untuk melarikan diri dari kenyataan dan tanggung jawab dalam menghadapi suatu masalah.
Ada 3 kesulitan yang dihadapi murid-murid saat itu: (1) Program besar (orang banyak) sedangkan anggaran sedikit bahkan nihil, (2) Tempat yang sulit (di bukit yang sepi) tanpa fasilitas apapun yang bisa menunjang program yang besar itu, (3) Hari sudah malam (waktu terbatas bahkan tidak memungkinkan).
Suatu hal yang perlu kita simak, bahwa kata "harus" yang Yesus katakan selain suatu perintah dan keharusan juga dilengkapi penyertaan Tuhan yang Maha Tahu dan Maha Kuasa itu. 5 roti dan 2 ikan adalah salah satu contoh saja, kita harus memiliki iman bahwa Tuhan mampu melakukan segala sesuatu melampaui apa yang kita pikirkan dan rencanakan sepanjang kita berjalan dalam kehendak dan pimpinan Tuhan. Mintalah hal yang besar dari Tuhan dan lakukanlah hal yang besar bagi Tuhan, layanilah Tuhan bukan menurut selera kita, melainkan menurut perintah-Nya, amin.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index