"Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak..." (Kejadian 22:16-17)
25 tahun setelah hidup dalam penantian, Abraham akhirnya menerima penggenapan Janji Tuhan,ia dikaruniai seorang anak. Tentunya Abraham amat bersukacita atas karunia Tuhan ini dan sangat menyayangi putranya. Karena lshak, segalanya menjadi berarti. lshak adalah pemberian Tuhan yang amat berharga. Suatu hari iman Abraham diuji, firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu" (Kej.22:2).
Sebagai manusia yang normal, Abraham tentu bertanya dalam hati: "Bukankah Tuhan sudah berjanji akan memberkati keturunannya melalui Ishak? Mengapa sekarang Tuhan memintanya untuk mempersembahkan lshak?" Meski bingung,iman dan ketaatan Abraham kepada Tuhan melampaui semua ketidakmengertiannya. Maka sesampainya ia di tempat yang dikatakan Allah, Abraham mendirikan sebuah mezbah dan meletakkan putranya di atasnya,lalu ia mengambil sebuah pisau untuk menyembelih anaknya. Tetapi berserulah Malaikat Tuhan dari langit: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku" (Kej. 22:12).
Kebulatan tekad Abraham mempersembahkan Ishak sebagai korban bakaran kepada Tuhan mengungkapkan hati Abraham yang rindu beribadah kepada-Nya. Apapun yang Tuhan inginkan dari dirinya, akan ia lakukan. la menempatkan kepentingan Tuhan di atas kepentingan pribadi. Ini adalah wujud dari ibadah yang sejati. Maka benarlah apa yang dikatakan oleh nabi Samuel kepada raja Saul yang suka memberontak: "Apakah Tuhan itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara Tuhan? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan" (1Sam. 15:22).
Tindakan Abraham yang tidak segan-segan untuk menyerahkan anaknya yang tunggal kepada Tuhan, sangat menggerakkan hati Tuhan. Maka Dia berjanji akan memberkati Abraham dan membuat keturunannya sangat banyak (ayat 17). Perhatikan! Karena ketaatan Abraham, keturunannya diberkati. Maka, kita yang sudah menjadi ayah dan sekaligus menjadi kepala keluarga perlu berhati-hati dengan tindakan kita. Apapun yang kita lakukan selalu berdampak kepada keluarga kita. Happy Father's Day.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index