"Sesungguhnya akan datang waktunya, bahwa Aku akan mematahkan tangan kekuatanmu dan tangan kekuatan kaummu, sehingga tidak ada seorang kakek dalam keluargamu." (1 Samuel 2:31)
Untuk menjadi seorang guru tidaklah mudah. Dalam bahasa Jawa, kata guru terdiri dari 2 suku kata Gu dan Ru yang artinya digugu dan ditiru (dipercaya melalui pengajarannya dan diteladani melalui kehidupannya). Apalagi sebagai guru secara spiritual. Jabatan imam tidak bisa dipandang remeh, karena seorang imam mempunyai peran sebagai perantara antara Allah dan umat-Nya. Dan seorang imam berasal dari keturunan suku Lewi yang dikhususkan bagi Tuhan. Dapat dikatakan seorang imam adalah juga sebagai guru secara spiritual bagi bangsa Israel pada waktu itu, yang menuntun dan membawa bangsa Israel untuk bisa mengenal, beribadah dengan benar dan mengasihi Allah Yahweh melalui pengajaran dan teladan hidupnya.
Demikian dengan imam Eli, seharusnya mempunyai peran seperti ini, namun sangat disayangkan, Alkitab mencatat bukan teladan yang baik namun teladan yang buruk bahkan hukuman yang sangat mengerikan diberikanTuhan untuk imam Eli dan keluarganya (1Sam. 2:30-36). Mengapa Tuhan sampai memberi hukuman yang sangat mengerikan ini (Generasi Imam Eli akan terhilang)?
• Anak Imam Eli (Hofni dan Pinehas) adalah orang-orang dursila, mereka tidak mengindahkanTuhan (1Sam. 2:12-13). Mereka serakah, mengambil dengan paksa dan kekerasan, mementingkan diri sendiri, tidak menghargai dan memandang rendah korban untukTuhan, menyebabkan umat Tuhan melakukan pelanggaran. Anak-anak Imam Eli tidak menghormati Tuhan, apalagi ayahnya sendiri.
• Imam Eli loba kepada korban sembelihan dan korban sajian untukTuhan. Lebih menghormati anak-anaknya daripada Tuhan (1Sam. 2:29). Menggemukkan diri dengan bagian yang terbaik dari setiap korban sajian untuk Tuhan (1Sam. 2:30).
Dengan melihat keadaan keluarga Imam Eli, kita dapat melihat dan belajar bahwa peran orangtua untuk mengarahkan dan membawa seisi keluarganya untuk menyembahTuhan dengan benar sangatlah penting, hal ini tidak terjadi begitu saja dan ketika anak-anak sudah dewasa, namun harus dimulai sejak awal sebuah keluarga dibentuk dari anak-anak sejak dini.
Orangtua adalah juga guru secara spiritual bagi anak-anaknya yang dapat dipercaya buat pengajarannya dan diteladani lewat kehidupannya sehingga seluruh anggota keluarga berkenan di hadapan Tuhan dan menjadi generasi yang mengasihi dan taat kepada Tuhan.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index