Minggu, 31 Mei 2009
Menjadi Saksi Kristus

"Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah Para Rasul 1:8)

      Lukas mencatat sejarah perkembangan kekristenan mula-mula dengan baik, sehingga kita bisa mengetahui dengan jelas bagaimana Tuhan memimpin gereja-Nya dan meneguhkan penyertaan-Nya atas diri setiap orang percaya, sekalipun harus menghadapi banyak tantangan dan bahaya, namun gereja dapat menikmati pertolongan Tuhan yang memakai mereka dengan heran dan ajaib.

      Peristiwa Pentakosta ini menegaskan akan penggenapan janji Tuhan, sebagaimana Taurat diberikan kepada bangsa Israel untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa lainnya, demikian pula Injil dipercayakan kepada Gereja untuk menjadi kesaksian bagi seluruh bangsa. Taurat diberikan di atas gunung Sinai untuk memimpin Israel dalam perjalanannya di padang gurun menuju ke tanah perjanjian, demikian pula Injil diberikan di tanah perjanjian untuk memimpin Gereja dalam perjalanannya di dunia menuju ke Yerusalem baru. Dari sini menjadi nyata kesinambungan pimpinan Tuhan dalam Perjanjian Lama melalui Israel dengan Perjanjian Baru melalui Gereja.

      Karena itulah Tuhan memperlengkapi Gereja-Nya dengan kuasa, bukan sebagai kekuatan 'jasmani' untuk menggagahi semua orang, dan bukan sebagai kekuatan 'mistik'untuk mempertunjukkan sulap ilahi.Tetapi kuasa yang Tuhan berikan itu adalah kepercayaan-Nya kepada setiap Kristen sebagai duta Kristus untuk memberitahukan kepada semua orang tentang apa yang sudah Tuhan kerjakan bagi keselamatan umat manusia melalui Injil-Nya.

      Kuasa itu adalah dinamis,yang berarti kekuatan yang tidak bisa dipadamkan oleh situasi jamannya ataupun ancaman bahaya sekitarnya, sebaliknya merupakan kekuatan untuk menghancurkan kuasa dosa yang meracuni kehidupan manusia dan kuasa kegelapan yang membutakan kerohanian manusia.

      Kuasa itu berarti dinamika yang memimpin kehidupan orang percaya dalam situasi apapun. Dengan tantangan yang berat dan ancaman yang berbahaya dalam kehidupan di dunia ini bukanlah halangan bagi orang Kristen untuk tetap menyaksikan Injil, sebab dinamika penyertaan Roh-Nya memberikan hikmat bijaksana bagaimana berkata-kata tentang Kristus, keteguhan hati bagaimana mempercayai kebenaran-Nya.dan keberanian bagaimana hidup dalam terang Firman-Nya.

      "Menjadi saksi Kristus" merupakan hak istimewa yang dimiliki oleh setiap orang Kristen, bukan untuk melarikan diri dari dunia melainkan diutus ke dalam dunia. Supaya kebenaran Tuhan disaksikan dan dihidupi sehingga terang Tuhan terpancar dalam dunia yang gelap ini.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

Hubungi Kami