| Minggu, 17 Mei 2009
Dipenuhi Roh Kudus
"Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu." (Galatia 5:22-23)
Seorang yang mabuk karena minuman beralkohol, pikirannya menjadi kacau, tidak lagi dikendalikan oleh akal sehat. Dia bisa melakukan hal-hal yang konyol bahkan merusak, baik orang lain maupun dirinya sendiri. Hal itu terjadi karena pikirannya sedang berada di bawah pengaruh alkohol yang secara aktif mengganggu sistem kerja otak, sehingga akal sehatnya tidak bekerja secara normal. Dengan kata lain, orang yang sedang mabuk, sebenarnya sedang dikendalikan oleh daya kerja alkohol dalam dirinya. Paulus memakai ilustrasi mabuk karena anggur dan mengkontraskannya dengan dipenuhi Roh Kudus, untuk mengajarkan suatu prinsip yang sama; bahwa orang yang dipenuhi oleh Roh Kudus, adalah orang yang hidup dan perilakunya sedang dikendalikan oleh Roh Kudus, dimulai dari cara berpikirnya. Kalau mabuk alkohol membuat orang melakukan hal-hal yang negatif, dipenuhi Roh Kudus justru kebalikannya; menyebabkan orang menjalani hidup dengan baik dan benar.
Desakan ini disampaikan Paulus dalam konteks pembicaraan bagaimana orang percaya yang sudah lahir baru dan menerima meterai Roh Kudus (Ef.1:13-14), harus hidup sesuai status tersebut sebab mereka kini adalah anak-anak terang yang sedang hidup dalam ketaatan kepada Allah (Ef.5:1 dst). Ada kontras yang jelas antara hidup di dalam kebenaran dengan gaya hidup duniawi yang menekankan kesenangan kedagingan. Orang Kristen sejati dipanggil untuk meninggalkan kehidupan lama yang dijalani dalam kebodohan karena pikiran telah dikuasai dan dikendalikan oleh kuasa dosa, memboroskan waktu dan hidup itu sendiri karena memang tidak mengerti konsep nilai hidup secara benar. Orang Kristen adalah orang yang sedang terus menerus diperbarui pikirannya oleh pengajaran kebenaran firman Tuhan, dan menjadi semakin arif; mengerti hal-hal yang baik yang Allah kehendaki untuk dilakukan. Orang dunia menjalani kehidupan sia-sia karena memang tidak mengerti kehendak Allah, tapi hal itu tidak boleh terjadi atas anak-anak Tuhan.
Jadi, dipenuhi Roh Kudus bukan berbicara tentang pengalaman rohani tertentu seperti "bahasa roh" yang kontroversi itu, apalagi sampai terguling menggelepar di lantai kehilangan kesadaran, melainkan berbicara sejauh mana seorang anak Tuhan betul-betul dikendalikan oleh Roh Kudus untuk hidup dalam ketaatan dan bertumbuh dalam kebenaran. Semakin kita taat, semakin bebas Dia bekerja, membentuk dan memakai hidup kita dengan kuasa-Nya, untuk menghasilkan kehidupan yang menjadi berkat bagi orang lain; kehidupan yang memuliakan Tuhan.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index
|
|