"Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah..." (1 Korintus 15:14-15)
Sejak manusia berdosa, firman Tuhan yang diberitakan sering tidak mendapatkan tempat dalam diri manusia, karena diragukan kebenaran-Nya, dipermasalahkan keautentikan-Nya, dan diabaikan relevansi-Nya, seperti ketika Hawa yang meragukan larangan Tuhan untuk tidak memakan buah pengetahuan baik dan jahat, Kain yang mengabaikan peringatan Tuhan bahwa dosa sudah mengintip di depan pintu hatinya, dst. Demikian pula dengan kebenaran tentang kebangkitan Yesus dan antara orang mati yang diragukan sepenuhnya oleh orang Yahudi, padahal mereka mewarisi Kitab Suci yang mengajarkan bahwa Tuhan memiliki kuasa untuk membangkitkan orang mati, namun mereka menganggap berita dan ajaran Yesus itu sebagai penyesatan.
Peristiwa dan berita kebangkitan Yesus akan terus menghadapi tantangan yang tidak pernah selesai, seperti yang terjadi pada masa kekristenan mula-mula. Paulus harus menghadapi ketidakpercayaan yang mulai berkembang di antara jemaat Korintus tentang kebenaran kebangkitan Yesus, karena itulah dia mengungkapkan beberapa pokok pikiran yang penting dan mendasar, yaitu:
1. Kebangkitan Yesus merupakan Jaminan Kesetiaan Tuhan (ay. 17-19).
Tuhan Yesus berulangkali dalam kitab Injil memberitahukan akan penderitaan, kematian dan kebangkitan-Nya, sehingga jika Yesus tidak dibangkitkan maka perkataan-Nya tidak dapat dipercayai. Sebaliknya jika Yesus tidak dibangkitkan, maka arti kematian Yesus yang disalibkan itu menjadi sia-sia, sebab tidak adanya jaminan pengampunan dosa yang sepenuhnya. Dan lebih dari itu, kesetiaan Kristen dalam mengikut Tuhan menjadi tidak berarti, apalagi bagi Kristen yang mengorbankan nyawanya bagi-Nya.
2. Kebangkitan Yesus merupakan Yang Sulung dari antara orang mati (ay.20-23).
Dari ayat-ayat ini diungkapkan tentang perbandingan antara Adam dan Kristus dalam perbandingan yang kontras, yaitu antara kedatangan maut dengan kebangkitan orang mati, antara persekutuan yang mendatangkan maut dengan yang mendatangkan hidup, antara apa yang dahulu terjadi dengan yang akan terjadi.
3. Kebangkitan Yesus merupakan sumber Kekuatan Pemberitaan Injil (ay. 13-16).
Jika Yesus tidak dibangkitkan dari antara orang mati, maka sia-sialah pemberitaan Injil, sia-sialah kepercayaan Kristen, dan lebih dari itu menjadikan Kristen mendustai Allah (ay.14-15). Amanat Agung menugaskan gereja dan setiap orang Kristen untuk memberitakan Injil yang menjamin adanya pengampunan dosa dan pengaruniaan hidup yang kekal di dalam Yesus Kristus, yang didasarkan pada kematian dan kebangkitan Yesus. Di dalam kematian-Nya pengampunan dosa didapatkan, dan di dalam kebangkitan-Nya kehidupan kekal diberikan.
Karena itu salib bukanlah akhir dari karya Tuhan Yesus melainkan titik balik menuju puncak kemenangan melalui karya kebangkitan-Nya. Amin.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index