Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" (Kejadian 3:9)
Pertanyaan di atas mengandung 3 macam arti yang sangat penting:
1. Suatu pertanyaan yang menuntut pertanggungan jawab
Ketika Adam bersembunyi dari hadapan Allah, dia menyangka Allah tidak tahu apa yang telah dilakukan, maka dia menyembunyikan diri, tidak disangka sama sekali jika Allah datang dan meminta pertanggungan jawab atas perbuatan yang telah dilakukan Adam, merupakan suatu peringatan serius bagi kita agar berhati-hati dalam mentaati Firman Tuhan. Tepat seperti yang dikatakan Daud; "Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau." (Mzm. 139:7-8)
2. Suatu pertanyaan yang penuh kasih
Ketika Tuhan menempatkan Adam di Taman Eden, Tuhan memberikan "Perjanjian/kovenan kerja" dengan Adam, tetapi sayang sekali Adam telah gagal (lihat Hosea 6:7). Ternyata ketidak taatan Adam telah membawa dampak yang sangat fatal. Adam sebagai representative manusia telah jatuh dalam dosa, maka kejatuhannya telah mengakibatkan dia terpisah dari Allah, putus hubungan dengan Allah dan menyembunyikan diri dari hadapan Allah.
Walaupun demikian, Allah tetap kasih dan setia kepada manusia dan memberikan perjanjian yang baru, yakni Perjanjian Anugerah di mana keturunan perempuan akan meremukkan kepala ular (Kej. 3:15). Adapun mediator utama dalam "Perjanjian Anugerah" ini adalah Yesus Kristus, yang rela mengorbankan diri-Nya demi memulihkan kembali hubungan manusia dengan Allah, sehingga kita yang percaya beroleh hidup yang kekal hanya oleh anugrah-Nya.
3. Suatu pertanyaan yang aktif dan inisiatif
Setelah Adam jatuh dalam dosa, bukan Adam yang mencari Allah, melainkan Allah yang aktif dan inisiatif datang mencari Adam. Inilah yang memperbedakan antara agama Kristen dengan semua agama di dunia, karena bukan manusia yang mencari Allah, melainkan Allah yang mencari manusia. Bukan manusia yang berinisiatif, melainkan Allah sendiri yang berinisiatif.
Allah yang secara aktif mencari manusia berdosa, Allah sendiri yang secara aktif memanggil manusia berdosa untuk bertobat dan menerima keselamatan-Nya. Dalam Alkitab dengan tegas ditekankan bahwa Allah yang menyatakan diri kepada manusia, Allah sendiri yang mewahyukan diri-Nya kepada manusia, jika tidak selamanya manusia tidak dapat mengenal Allah. Puji Tuhan! Allah yang Mahakudus itu secara aktif dan inisiatif sepanjang masa mengajukan pertanyaan: "Di manakah Engkau?" Adakah anda mendengar panggilan-Nya? Sudahkah Anda meresponi panggilan-Nya?
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index