Minggu, 01 Maret 2009
Engkau Mulia di Mata Allah

"Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita...” (Kejadian 1:26)

      Pada masa kini, kita tidak dapat menyangkali bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memberikan kontribusi yang sangat menguntungkan bagi kehidupan kita. Misalnya, dengan adanya pesawat terbang, kita dapat mencapai suatu tempat yang jaraknya cukup jauh dari kita dengan waktu tempuh yang sangat singkat. Demikian pula dengan adanya handphone (Hp), kita dapat berkomunikasi dengan mudah dan cepat. Hal ini tentu sangat menolong kita dalam efisiensi waktu. Bukan hanya itu saja, kemajuan teknologi juga merambah kehidupan pribadi kita, dengan munculnya berbagai terapi kecantikan dan kebugaran. Namun pernahkah kita menyadari bahwa hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi masa kini memiliki sisi gelap, terutama berkaitan dengan nilai diri kita?

      Pertama, kemajuan ilmu pengetahuan, terutama dalam bidang ilmu biologi, telah menghasilkan asumsi bahwa manusia merupakan produk dari sebuah evolusi, yakni dari sel yang sederhana menjadi sel yang lebih kompleks; kemudian dari sel yang kompleks tersebut membentuk sebuah makhluk hidup berupa kera; dan melalui proses evolusi yang panjang, maka kera tersebut berubah menjadi seorang manusia. Pandangan ini jelas merendahkan nilai dan martabat manusia, sehingga penganut teori ini akan menilai manusia tidak jauh berbeda dari binatang.

      Kedua, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi masa kini membentuk nilai diri yang semu, di mana penampilan dan kepemilikan produk teknologi telah menjadi standar penilaian harga diri. Penilaian ini jelas tidak benar, sebab hal ini akan merendahkan orang lain yang tidak memiliki produk teknologi; bahkan memunculkan perbudakan maupun kasta-kasta manusia.

      Yang benar adalah, bahwa manusia didptakan menurut gambar dan rupa Allah, sehingga nilai dan kemuliaannya tidak ditentukan oleh produk teknologi maupun teori evolusi, melainkan relasi dirinya dengan Allah dan hidup sesuai tujuan-Nya, melayani Dia dan mengerjakan tugas dari-Nya dengan benar. Inilah nilai manusia yang mulia, sebelum jatuh dalam dosa. Jadi, bukan perkara-perkara duniawi yang menjadikan manusia bernilai dan mulia, bukan pula proses evolusi, tetapi karena Allah menciptakannya menurut gambar dan rupa-Nya sendiri. Karena itu, hargailah diri Anda bukan karena memiliki produk teknologi masa kini, tetapi karena hidup menurut kehendak-Nya. Demikian pula, jangan merasa rendah dan hina, jika Anda tidak memiliki produk teknologi; sebab Anda mulia di mata Allah! (Mazmur 8). Jika Anda mengerti hal ini, pakailah hidup Anda menurut tujuan Anda diciptakan Allah.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

Hubungi Kami