Minggu, 15 Februari 2009
Allah yang Mahakudus

"Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!" (Yesaya 6:3)

      Kata Kudus, Kekudusan dalam bahasa Ibrani (gadosy, godesy) dapat berarti "terpisah" (dikhususkan) atau terpotong dari digunakan terhadap keadaan terlepasnya seseorang atau suatu benda (supaya Tuhan dapat memakainya, dan dengan demikian terhadap keadaan orang atau objek yang dilepas itu). Dalam bahasa Yunani memakai kata 'Hagios' yang mempunyai dasar pemikiran yang sama mengenai keterpisahan dan kesudan terhadap Allah. Ada tiga hal yang kita renungkan tentang Allah yang Mahakudus:

      1. Kekudusan Allah
      Kekudusan Allah di Perjanjian Lama sama dengan di Perjanjian Baru, dipakai dalam pengertian tertinggi terhadap Allah. Istilah ini menunjuk:
      a. Pada waktu kita katakan bahwa Allah kudus, kita diperhadapkan pada perbedaan yang mendalam antara Allah dengan semua ciptaan. Kekudusan Allah menunjuk pada kemuliaan-Nya yang bersifat transenden, kemahaannya yang tidak tertandingi oleh siapapun atau apapun juga, dan ini semua menyebabkan Dia layak untuk menerima penghormatan, kemuliaan, pemujaan dan penyembahan kita.
      b. Juga menunjuk kepada hubungan dan mengandung arti ketentuan Allah untuk memelihara kedudukan-Nya sendiri terhadap makhluk-makhluk bebas lainnya. Itu adalah pengesahan Allah sendiri, sifat dalam nama Yahweh menjadikan diri-Nya sendiri ukuran mutlak bagi diri-Nya sendiri. Istilah itu tidak hanya menjelaskan perbedaan Allah dan manusia (Hos. 11:9), itu adalah sama artinya dengan Allah yang tertinggi dan terutama menekankan sifat Allah yang sangat menakutkan (Mzm. 99:3).

      2. Kekudusan Allah Dalam Hubungan-Nya Dengan Umat-Nya
      Pada waktu Alkitab berbicara tentang objek yang kudus atau orang yang kudus atau waktu yang kudus, hal itu menunjukkan pada sesuatu yang telah dipisahkan, dikhususkan atau menjadi berbeda oleh karena jamahan Allah atas itu semua. Kedekatan Allah yang menyebabkan sesuatu yang biasa menjadi sesuatu yang luar biasa. Allah menghendaki untuk mengkomunikasikan kekudusan-Nya kepada makhluk ciptaan-Nya, dan sebaliknya. la menuntut kesucian dari orang-orang percaya. Apabila Aku ini kudus adanya; demikianlah pernyataan Allah sendiri yang mengangkat hakikat diriNya, mengungguli makhluk ciptaan-Nya, demikianlah hendaknya kamu Kudus, adalah seruan Allah bagi umat-Nya, supaya mereka dapat menjadi orang yang mengambil bagian dalam kekudusan-Nya (Ibr. 12:10). Kekudusan ialah panggilan tertinggi bagi anak-anak Tuhan dan tujuan dari pada hidupnya.

      3. Makna Eskatologis Mengenai Kekudusan
      Dalam Wahyu 22:11, 12 menekankan kemantapan sifat moral dan jugasegi pembalasan dari kekudusan Allah yang mencakup dunia dalam penghakiman. Tapi pembalasan itu bukanlah akhir dari segala sesuatu. Eskatologi Alkitab berjanji bahwa kekudusan Allah akan membersihkan alam semesta, lalu mendptakan langit baru dan bumi baru, di mana terdapat kebenaran (2 Petrus 3:13).


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

Hubungi Kami