Minggu, 08 Februari 2009
Allah yang Berdaulat

"TUHAN melakukan apa yang dikehendaki-Nya, di langit dan di bumi, di laut dan di segenap samudera raya." (Mazmur 135:6)

      Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata "berdaulat" diartikan sebagai: "mempunyai kekuasaan tertinggi atas suatu pemerintahan negara atau daerah." Jika kita aplikasikan dalam iman Kristen, Allah "berdaulat" atas kehidupan manusia, itu artinya Allah berkuasa penuh atas seluruh kehidupan kita. Allah memiliki kekuasaan ini karena Dia adalah Allah Maha Kuasa yang meciptakan langit dan bumi serta segala isinya, menciptakan kita dan memiliki kita. Sebagai Pencipta yang berdaulat penuh, la menentukan dengan bebas apa dan siapa yang akan diciptakan-Nya, kapan dan di mana, serta bagaimana keadaan dari hidup ciptaan-Nya itu nanti. Allah melihat dan menentukan masa depan mereka, dan memakai mereka untuk mencapai tujuan-Nya. Walaupun Allah memberikan kehendak bebas pada manusia namun kehendak-Nya-lah yang mengatur segala kegiatan ciptaan-Nya.

      Sehubungan dengan kedaulatan Allah ada yang perlu kita ingat, kedaulatan Allah ini tidak pernah bertentangan dengan natur-Nya, dengan kebijaksanaan dan kasih-Nya, dengan kebenaran dan kesuciaan-Nya. Dengan dasar pemahaman ini kita akan gampang menjawab pertanyaan nakal seperti: "Kalau Allah Maha Kuasa dapatkah Allah menciptakan penjahat yang kuat dan bengis, saking kuat dan bengisnya Allah sendiri tidak sanggup melawan penjahat itu?"

      Dalam koridor berpikir seperti di atas kita akan gampang memahami beberapa pengajaran sulit dalam Roma 9:11-29:

      1. Allah memilih Yakub, bukan Esau (ayat 11-15)
      "Aku mengasihi Yakub tetapi membenci Esau" (ayat 13), ini adalah gaya bahasa saat itu untuk mengungkapkan bahwa Allah mengasihi lebih banyak pada Yakub dan mengasihi lebih sedikit pada Esau. Kita tidak tahu mengapa Allah memilih Yakub untuk menjadi penerus janji keselamatan Allah, dan bukan Esau.

      2. Allah membangkitkan Firaun dan menegarkan hatinya (ayat 17-18)
      "Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun: "Itulah sebabnya Aku membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasa-Ku di dalam engkau, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan diseluruh bumi." Jadi la menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan la menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya."

      3. Allah memilih dan menentukan orang untuk diselamatkan (ayat 22-29)
      Keselamatan adalah anugerah Tuhan, bangsa Israel sebagai umat pilihan Tuhan walaupun jumlahnya seperti pasir di laut namun sisanya yang akan diselamatkan. Kita sebagai orang yang di luar bangsa pilihan Tuhan, namun bersyukur karena boleh mendapatkan anugerah keselamatan.

      Sebagai penutup mari kita bersyukur untuk kedaulatan Allah yang begitu luar biasa, di luar kemampuan kita untuk berpikir dan memahami mengapa la memilih kita dan memberikan keselamatan pada kita? Itulah anugerah!


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

Hubungi Kami