"Jadi ketahuilah, bahwa bukan karena jasa-jasamu TUHAN, Allahmu, memberikan kepadamu negeri yang baik itu untuk diduduki. Sesungguhnya engkau bangsa yang tegar tengkuk!" (Ulangan 9:6)
Bangsa Israel telah mengembara di padang gururi bertahun-tahun. Masa-masa itu adalah masa yang sulit bagi mereka karena keadaan alam yang begitu gersang, tetapi masa tersebut tidaklah bisa dianggap sebagai masa-masa yang terbuang sia-sia, sebab Allah selalu bersama mereka sekalipun di padang gurun. Sekarang umat Israel akan memasuki satu situasi yang baru sama sekali. Di hadapan mereka terhampar tanah perjanjian yang penuh susu dan madunya. Namun tantangan yang datang adalah apakah mereka akan tetap taat di dalam situasi yang baru demikian? Apakah mereka akan terus bergantung pada "Si Pemberi" yang tidak kelihatan, di mana mereka telah mendapatkan materi-materi yang kelihatan?
Tentu saja Allah menginginkan bangsa Israel dapat menikmati tanah perjanjian yang baik dengan segala kekayaannya, tetapi Musa menegaskan bahwa mereka membutuhkan kedewasaan dan kematangan rohani untuk hidup di dalam situasi yang demikian. Apa yang selanjutnya ada di dalam Ulangan 9 mengingatkan bangsa Israel bahaya-bahaya yang akan mereka hadapi di tengah-tengah kelimpahan tanah perjanjian. Akan ada bahaya merasa cukup diri/puas. Satu pandangan bahwa kekuatan merekalah yang telah memungkinkan mereka hidup berkecukupan. Bahaya yang lain adalah penipuan diri dan pembenaran diri, satu anggapan bahwa segala sesuatu yang baik yang mereka terima, perbuatan baik merekalah yang telah melayakkan mereka menerima semuanya itu. Bahkan mereka akan bersikap seolah-olah Allahlah yang berhutang kepada mereka sehingga memberikan semuanya ini. Musa menegaskan bahwa tidak ada kesalahan yang lebih besar daripada itu, sehingga Musa mengingatkan mereka, "Jadi ketahuilah, bahwa bukan karena jasa-jasamu TUHAN, Allahmu, memberikan kepadamu negeri yang baik itu untuk diduduki. Sesungguhnya engkau bangsa yang tegar tengkuk!"
Jadi melalui semua ini Musa menyatakan bahwa bangsa Israel dapat memperoleh tanah Kanaan dan menikmati segala berkat yang ada, itu karena:
1. Bukan karena jasa-jasa dan kebaikan mereka, melainkan Anugerah dan Kemurahan Tuhan.
2. Tuhan ingat dan menempati janji-janji-Nya kepada nenek moyang mereka, hal ini menyatakan kesetiaan Tuhan.
Oleh karena itu, bangsa Israel tidak memiliki alasan untuk berbangga diri, melupakan karya Tuhan dan menjadi sombong. Mereka perlu bersyukur atas anugrah Tuhan yang telah mereka peroleh, demikian pula dengan kita.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index