"Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku." (Lukas 14:33)
Pepatah mengatakan: Orang bijak melakukan sesuatu lewat pertimbangan dan perhitungan yang matang. Tidak ada gunanya memulai sesuatu pekerjaan dengan semangat menggebu-gebu tapi gembos bahkan berhenti di tengah jalan dan tidak menghasilkan apa-apa. Itulah yang dimaksud Tuhan dalam penyampaian-Nya ini, dengan mengambil contoh orang yang hendak membangun rumah dan raja yang hendak berperang. Intinya adalah: Sanggupkan dia mengerjakannya? Sanggupkan dia menyelesaikannya? Sungguhkan dia harus mengerjakannya?
Tuhan tidak memanggil orang untuk menjadi pengikut, dalam arti sekadar ikut menjadi penonton, menjadi pendengar, dan kalau ada kesempatan bisa ikut mencidpi berkat. Tidak! Tuhan memanggil orang-orang berdosa untuk meninggalkan hidup lama yang terfokus pada diri sendiri, pada harta, pada impian-impian kedagingan, pada 'berhala-berhala' yang rnengikat. Tuhan mau kita berpaling dari sernua itu dan mengalihkan fokus hidup kita kepada Dia; kepada firman dan pengajaran-Nya, kepada rencana dan kehendak-Nya, kepada kemuliaan nama-Nya.
Pada zamannya, banyak orang yang terkesima, tertarik dengan karisma diri-Nya, dengan perbuatan ajaib yang Dia bisa lakukan, dengan mujizat-mujizat yang mencengangkan dan mendatangkan kebaikan bagi banyak orang, dengan berkat-berkat yang Dia bagikan secara murah hati kepada banyak orang. Yesus orang Nazaret, menjadi sosok yang menarik perhatian banyak orang. Dan banyak orang yang mau menjadi "pengikut" yang setia, mengikuti Dia kemana-mana, seperti yang dilukiskan dalam Yoh. 2:23-24; 6:22-26. Tapi Tuhan tidak membutuhkan pengikut seperti itu, Tuhan tidak membutuhkan penonton ataupun suporter.
Kepada orang-orang yang berduyun-duyun datang kepada-Nya hari itu, Tuhan menyampaikan suatu prinsip untuk menantang mereka; bahwa mereka harus tahu persis apa yang sedang mereka lakukan, dan apa harga yang harus mereka bayar untuk menjadi murid-Nya yang sejati. Seorang Kristen sejati, adalah orang yang mengarahkan fokus hidupnya kepada Tuhan, dan terus menerus menjaga fokus itu. Untuk mencapainya, dia harus melepaskan diri dari segala sesuatu yang mengikatnya, yang mengalihkannya kepada hal-hal lain. Mari kita memperbaharui tekad kita dalam mengikut Tuhan tahun ini, kita mau kembali fokus kepada Tuhan.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index