Minggu, 04 Januari 2009
Tuhan Adalah Gembalaku yang Baik

"Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku." (Mazmur 23:1)

      Krisis global menghancurkan kehidupan banyak orang? Mungkin. Tapi krisis ini diizinkan Allah untuk kebaikan orang-orang percaya. Krisis tersebut membuka kesempatan besar untuk mengalami Allah secara nyata dan dinamis, dan bukan sekadar pengakuan teoritis saja.

      Injil Yohanes pasal 10 mengajarkan konsep tentang Tuhan Yesus sebagai Gembala yang Baik. Secara teori, orang Kristen tahu kebenaran ini. Tapi mazmur ini tidak ditulis Daud untuk mengajarkan teori, tapi lebih sebagai pengakuan iman yang muncul dari pengalamannya sendiri. Dia tidak mengatakan bahwa TUHAN adalah Gembala Israel. Dia mengatakan: TUHAN adalah Gembalaku. Dia sendiri telah mengalami semua karya Allah seperti yang dilukiskan dalam puisinya. TUHAN menyediakan segala kebutuhan fisik dan jiwanya. Bersama TUHAN dia tidak mengalami kekurangan apapun, jiwanya ditenangkan, bahkan disegarkan; dibangunkan untuk hidup dalam kegairahan. Bersama TUHAN hidupnya dibimbing di jalan kebenaran. Semua itu terjadi karena Dia, Yahweh adalah Gembalanya.

      Tapi kehidupan Daud bersama Gembala yang baik ini, tidak meluputkan dia dari bahaya krisis dan ancaman yang sangat berat, yang dia lukiskan sebagai "lembah bayang-bayang maut." Namun di saat seperti itu, dia justru merasakan kedekatan TUHAN yang semakin nyata. Di saat Allah menyatakan berkat dan kebaikan kepadanya, Daud menyebut Allah dengan sebutan "Dia". Tapi di dalam kondisi kehidupan yang paling berat dan menakutkan, Daud mengganti dengan sebutan "Mu;" gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Di tengah krisis yang dia hadapi, kehadiran Allah menjadi semakin nyata. Ini adalah pengalaman Daud. Pengalamannya bersama TUHAN membawa Daud kepada suatu keyakinan iman yang semakin mendalam. Kalau Allah telah melakukan semua itu kepadanya, maka tidak ada hal apapun yang dia takuti, karena kebajikan Allah akan mengikuti, mengejar dia seumur hidupnya. Keyakinan inilah yang menyertai Daud seumur hidup, membuat dia terus setia hidup dekat dengan TUHAN. Bagaimana dengan kita?


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

Hubungi Kami