Minggu, 02 November 2008
Hidup yang Menyukakan Hati Tuhan

"TUHAN telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya..." (1 samuel 13:14)

      Jika ingin menyenangkan hati Tuhan kita perlu belajar dari Yesus Kristus yang sepanjang hidup melakukan apa yang dikehendaki oleh Bapa-Nya; juga dari tokoh-tokoh Alkitab lain seperti Nuh, Henokh, Paulus, dan dari Daud dalam perbandingannya dengan Saul.

Sombong vs Rendah hati
Saul pernah melakukan tindakan yang salah dan ditegur oleh Samuel, reaksi Saul bukannya mengakui kesalahan malah sebaliknya menyalahkan Samuel (1 Samuel 13:11-12). Daud juga pernah berbuat salah bahkan sepertinya kesalahan Daud jauh lebih berat dari apa yang dilakukan oleh Saul, tetapi pada waktu ditegur oleh Samuel respon Daud adalah mengakui kesalahannya (1 Samuel 12:13, Mazmur 51).

Monumen diri vs Monumen Allah
Suatu kali Samuel ingin bertemu Saul, kepadanya diberitahukan bahwa Saul sudah pergi ke Karmel mendirikan 'tanda peringatan/monumen" bagi dirinya (1 Samuel 15:12). Sedangkan Daud hampir sepanjang hidupnya mempunyai keinginan untuk mendirikan Bait bagi Tuhan (1 Tawarikh 28:2-3).

Benci vs Cinta
Diawali dengan sikap iri kepada Daud karena Daud mendapat pujian lebih dari Saul, maka muncul kebencian yang amat sangat terhadap Daud dan berlanjut dengan tindakan mau membunuh Daud berulang-ulang (1 Samuel 19). Tetapi tidak demikian dengan Daud meski berulang-ulang memiliki kesempatan untuk membunuh Saul namun Daud tidak melakukannya (1 Samuel 24,26).

      Sebagai orang yang sudah menerima kasih karunia Tuhan yang telah menyelamatkan, sudah seharusnya kita hidup menyukakan hati Tuhan dengan jalan: Bila salah merendahkan diri mengakui salah dan memperbaikinya dengan pertolongan Tuhan dan bukan sebaliknya lempar tanggung jawab dengan menyalahkan pihak lain; dalam hidup dan pelayanan khususnya biarlah kita pelihara hati jangan sampai untuk kepentingan diri tapi kemuliaan Tuhan; dalam berelasi dengan orang lain hendaklah kita senantiasa melakukan tindakan kasih, sopan dan jangan mengumbar benci. Amin.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2014 GKA Gloria
 

Hubungi Kami