Minggu, 16 Maret 2008
Perintah Saling Mengasihi

ďAku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi." (Yohanes 13:34)

      Salah satu ajaran yang amat ditekankan oleh Tuhan Yesus adalah saling mengasihi. "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi," demikian kata Yesus. Pertanyaan: mengapa perintah saling mengasihi disebut baru, padahal sebelumnya perintah demikian sudah diberikan dalam Imamat 19:18b: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Adam Clarke berpendapat bahwa disebut perintah baru karena adanya kata-kata "sama seperti Aku telah mengasihi kamu," sedangkan dalam Imamat 19:18, mengasihi seperti kita mengasihi diri sendiri." Dari ungkapan "sama seperti Aku telah mengasihi kamu," kita dapat saling mengasihi, karena beberapa alasan:

      Pertama, kita saling mengasihi karena ingin meneladani Kristus. Sebelum perintah mengasihi diucapkan oleh Tuhan Yesus, ada dua peristiwa yang mendahului: (1) Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya (Yoh. 13:1-20). Selesai membasuh kaki murid-murid-Nya, Yesus berkata: "Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu." Yesus adalah Tuhan, tapi Dia memberikan teladan melakukan pekerjaan budak. (2) Yesus memperingatkan Yudas (Yoh. 13:21-30). Yesus berkata: "Sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku" (ay. 21). Ketika tiba waktunya, Yesus berkata lagi: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera" (ay. 27). Walau Tuhan Yesus mengetahui bahwa keberadaan Yudas akan mengancam nyawanya, Dia tidak berusaha menyingkirkannya. Sebaliknya, Dia terus memperingatkan agar ia sadar dan bertobat. Kasih selalu memberi kesempatan kedua.

      Kedua, kita mampu mengasihi, bila kita telah mengalami secara nyata bagaimana dikasihi Kristus. "Sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi," demikian kata Kristus (ay. 34b). Selama 3,5 tahun mengikuti Kristus, para murid telah mengalami secara nyata kasih Kristus melalui kata-kata dan perbuatan-Nya, maka mereka dimampukan untuk saling mengasihi. Orang Kristen adalah orang yang telah mengalami pengampunan, keselamatan, dan kasih Tuhan, maka seharusnya ia mempraktikkan kasih Kristus kepada sesamanya. Seorang peneliti pertumbuhan gereja yang terkenal, Christian Schwarz, berpendapat bahwa gereja yang bertumbuh rata-rata memiliki "nilai kasih" yang lebih tinggi daripada gereja yang mandek atau menurun. "...di mana saja tidak ada kasih, pertumbuhan gereja menjadi sangat terhambat."


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2014 GKA Gloria
 

Hubungi Kami