Bangunan gereja di Jl. Samudra ketika masih menghadap ke Jl. Kopi (tahun 1952).

Dimulai dari kebaktian di rumah-rumah beberapa orang yang datang dari Tiongkok, kurang lebih 75 tahun yang lalu. Tanpa disadari, mereka telah meletakkan dasar bagi terbentuknya jemaat GKA Gloria yang pertama. Tahun 1928, mereka mulai memakai gedung gereja yang ada di Jl. Caipo (sekarang Jl. Kopi). Gedung tersebut sebelumnya adalah milik Gereja Methodis dari Amerika yang berpusat di New York, kemudian dijual kepada jemaat dari Gereja Tiong Hwa Kie Tok Kau Hwe yang sebelumnya bernama Chineesche Christelijke Kerk. Jemaat tersebut dibagi dalam Kebaktian bahasa Amoi (jam 09.00), Kebaktian bahasa Kanton (jam 12.00), Kebaktian bahasa Hin Hwa (jam 15.00) dan Kebaktian bahasa Fuchow-Kuoyu (jam 16.30).

Tahun 1952 gedung gereja tersebut direnovasi dan pintu masuknya dipindah dari Jl. Caipo ke Jl. Bakmi (sekarang Jl. Samudra). Tahun 1966 karena situasi politik, nama Gereja Tiong Hwa Kie Tok Kau Hwe diganti menjadi Gereja Kristus Tuhan (GKT). Pada tahun 1974 jemaat Amoi, Hin Hwa dan Fuchow-Kuoyu memisahkan diri dari GKT dan pada tahun 1976 mendirikan Sinode Gereja Kristen Abdiel. Pada waktu itu kebaktian masih tetap memakai gedung gereja di Jl. Samudra sedang segala kegiatan diadakan di Jl. Kapasari 38.

Tahun 1976 jemaat Fuchow-Kuoyu mengganti nama menjadi GKA Gloria dan di tahun berikutnya membeli sebuah komplek gereja orang Armenian yang terletak di Jl. Pacar 11-17, Surabaya. Gereja tersebut telah ditinggalkan oleh jemaat orang Armenian yang kembali ke negara asalnya. Atas izin dari kantor pusatnya di Australia, gereja tersebut dijual kepada GKA Gloria dengan catatan bahwa tempat itu harus tetap dipakai sebagai gereja. Gedung tersebut kemudian dibangun kembali dan diresmikan pemakaiannya pada tanggal 22 Desember 1979. Lalu pada tahun 1984, pada tanggal yang sama diresmikan gedung empat lantai untuk kegiatan Sekolah Minggu.

Tanggal 22 Desember 1989 diresmikan gedung gereja yang ada di Jl. HR. Muhammad sebagai Gereja Cabang I, sedang gedung gereja yang lama di Jl. Samudra tetap dipakai sebagai tempat kebaktian untuk Cabang II. Saat ini, GKA Gloria juga memiliki beberapa Pos Pengembangan Jemaat yang tersebar di beberapa tempat di Surabaya dan Sidoarjo, yaitu di Rungkut, Sidoyoso, Nirwana Eksekutif, Wisma Permai, Pepelegi dan Sukomanunggal.

Tahun 1985 Tuhan memberikan visi kepada GKA Gloria untuk memulai sebuah sekolah umum karena melihat kebutuhan akan pendidikan bagi anak-anak jemaat. Untuk keperluan ini, maka gedung Sekolah Minggu yang ada di Jl. Pacar kemudian dipakai sebagai sarana sekolah. Pada tahun 1995, GKA Gloria membeli sebuah komplek sekolah di daerah Kupang Indah yang sebelumnya dipakai oleh ‘Surabaya International School’. Sekarang sekolah tersebut telah memiliki Play Group, TK, SD, SMP dan SMU. Kemudian pada tahun 2000 membeli sebidang tanah di daerah Sukomanunggal untuk mendirikan gedung sekolah SMU.

Selain sekolah, Tuhan juga memberikan visi kepada GKA Gloria untuk memperhatikan akan kebutuhan kesehatan, baik jemaat maupun orang-orang yang ada di sekitar gedung gereja. Untuk menggenapi visi ini, GKA Gloria lalu mendirikan Poliklinik Abdi Mulia di Wisma Permai dan di Jl. HR. Muhammad.

Sementara itu Pos wisma Permai yang terus berkembang dengan baik, kemudian didewasakan menjadi Cabang ke-III dengan nama baru GKA Gloria Galaxy dan ditahbiskan bersamaan dengan peresmian gedung ibadah yang baru selesai dibangun pada tanggal 22 Desember 2005. *