MENANTI DENGAN DIAM PERTOLONGAN TUHAN

Ratapan 3:26 merupakan salah satu ayat Alkitab yang sangat dikenal oleh orang Kristen secara umum. Bagian Firman Tuhan ini mengajarkan kepada para pembaca kitab ini agar “mengandalkan TUHAN”; “Berharap pada pertolongan Tuhan” serta “membiarkan Tuhan bekerja” sesuai dengan waktu-Nya. Konteks ayat ini adalah “Israel berada dalam pembuangan sebagai akibat dari penghukuman Tuhan, serta kehilangan harapan dan semangat.” Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya Firman TUHAN yang dinyatakan kepada bangsa Israel. Bangsa Israel berusaha untuk mengingat kembali apa yang harus dilakukan, saat mereka kehilangan arah dan tuntunan dari TUHAN dan Firman-Nya.

Di dalam konteks dunia yang supermodern ini di mana individualisme semakin eksis, rasa kebergantungan kepada TUHAN menjadi hilang seiring kemajuan teknologi yang seakan dapat menjawab kebutuhan hidup manusia, namun kenyataannya manusia tidak dapat menyelesaikan persoalan hidup yang menyerangnya. Di dalam konteks inilah manusia butuh “sentuhan ilahi di dalam hatinya” yang akan memberi ketenangan dan jalan keluar dari “segala pergumulan hidup” yang ia hadapi. Manusia membutuhkan TUHAN di dalam hatinya sebagai jawaban atas pergumulan hidupnya.

Oleh karena itu, Ratapan 3:26 memberikan tawaran sekaligus solusi atas pergumulan hidup manusia. “Menanti dengan diam” (Ibr. wegumam) dapat diartikan: “tidak ada gerakan atau bunyi; sunyi; juga bisa diartikan “tidak bergerak.” Di dalam arti yang lebih luas “berdiam diri/merenung di hadapan TUHAN.” Kata “pertolongan dari TUHAN” di dalam beberapa versi terjemahan ditulis “keselamatan dari TUHAN.” Keselamatan dipahami dalam konteks waktu itu adalah: “Bebas dari penindasan; bebas dari pergumulan dan beban; bebas dari masalah” – yang membuat hidup menjadi lebih bernilai. Dalam konteks masa kini, tawaran ini masih berlaku dan merupakan solusi atas pergumulan kita. Bagaimana caranya? Pahamilah TUHAN dan firman-Nya. A.W. Tozer menuliskan: “Coming before God in quietness and waiting upon Him in silence can accomplish more than days of feverish activity.” *