MENJADI TERANG DI DALAM DUNIA

Puji syukur atas kasih karunia dan anugerah Tuhan Yesus Kristus, kita dapat memasuki bulan ke-3 di tahun ini. Perjalanan rohani tetap dilanjutkan. Bagaikan musafir yang terus berjalan melewati “padang gurun” kehidupan, kita sedang menuju tujuan yang Allah inginkan. Oleh karena itu tidak berlebihan bila dalam perjalanan ini kita tetap harus berpaut kepada TUHAN dan Firman-Nya. Perenungan Firman TUHAN menjadi hal yang tidak dapat diabaikan, dan harus terus-menerus dilakukan di dalam kehidupan kita. Untuk mengenal Allah dan Kristus, kita harus membaca dan merenungkan kitab-Nya, sebagaimana pernah dituliskan oleh Hieronimus: “Ignoratio Scripturarum, Ignoratio Christi est,” yang artinya “barangsiapa tidak mengenal Kitab Suci, tidak mengenal Kristus.”

Diharapkan dengan pembacaan dan perenungan Firman-Nya, kita menjadi semakin serupa dengan DIA, ALLAH PENEBUS HIDUP KITA, YAITU: KRISTUS YESUS TUHAN. Selain itu, dengan pemahaman dan penerapan Firman-Nya di dalam hidup kita secara terus-menerus setiap hari menjadikan kita berbeda dengan dunia ini. Apa yang kita pikirkan dan lakukan sebagaimana jati diri dan panggilan kita untuk menjadi terang dunia. Charles Spurgeon pernah menuliskan: The Bible is not the light of the world, it is the light of the Church. But the world does not read the Bible, the world reads Christians! “You are the light of the world” (= Alkitab bukan menjadi terang dunia ini, tetapi terang dari Gereja. Dunia tidak akan pernah membaca Alkitab, tapi dunia melihat [perilaku] orang Kristen. Kamu adalah terang dunia).

Biarlah semangat dan ketekunan kita membaca dan merenungkan Firman TUHAN membuahkan hasil yang dapat dilihat oleh orang-orang dunia, bahwa kita bisa menjadi terang di dalam dunia ini. Inilah panggilan sekaligus perjuangan hidup kita, “menjadi terang di dalam dunia,” Amin.

Solideo Gloria