JAWABAN ATAS PERGUMULAN HIDUP

Alkitab dipandang sebagai “tulisan masa lalu” yang memberikan dampak besar di dalam kehidupan manusia, sampai hari ini. Apa yang diberitakan di dalamnya, meskipun itu ditulis pada masa lalu, bersifat kekinian. Persoalannya: “Apakah Alkitab dapat menjadi jawaban atas pergumulan hidup manusia?” Setidaknya ada 2 hal terkait dengan ini: Pertama, Liberalisme. Paham ini menyatakan Alkitab bukan Firman Allah. Alkitab tidak lebih dari sekadar buku-buku moral untuk dipelajari. Karena itu Alkitab memang bukanlah jawaban atas persoalan hidup manusia.

Kedua, Neo-Orthodox. Paham ini menyatakan bahwa Alkitab berisi Firman Allah. Ada bagian tertentu di dalam Alkitab yang berisi Firman Allah, namun sebagian besar kisah di dalam Alkitab hanya berisi kisah kebaikan moral semata-mata, yang tidak terkait dengan kehidupan kita. Ada bagian di dalam Alkitab yang menjadi jawaban atas persoalan hidup manusia, tetapi jawaban yang lain atas pergumulan itu dapat ditemukan di luar Alkitab.

Calvin dalam Institutio I.6.1, menjelaskan bahwa Dia [Allah] tidak hanya mempergunakan guru-guru yang tidak bersuara untuk menyatakan diri-Nya kepada gereja-Nya, tetapi juga berkenan membuka mulut-Nya yang kudus [melalui Firman-Nya] untuk menyatakan diri-Nya.

Mazmur 19:8-9 menjelaskan fungsi dan manfaat yang dapat dijelaskan sebagai berikut: Pertama, Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa. Firman Allah mampu memberikan kekuatan, ketika kita menghadapi kesulitan yang membuat kita lemah, tidak berdaya, putus asa, kecewa, dsb, entah itu karena dosa atau hal lainnya. Misalnya: Mazmur 35:56; Mazmur 51:9; 1 Yohanes 1:9; Kedua, Peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. Firman Tuhan itu mampu menjadi penuntun di dalam kehidupan kita, saat kita takut melangkah maju; menjadi penuntun saat kita kehilangan arah atau tersesat. Misalnya: Yosua 1:8; Mazmur 1:1-3; Mazmur 119:105; Ketiga, Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati. Firman Tuhan itu mampu memberikan kepada kita, orang-orang percaya, penghiburan dan pengharapan yang teguh, karena mengandung janji penyertaan Allah atas hidup orang percaya. Misalnya: Mazmur 46:2-3; Mazmur 121:1-8; Mazmur 128:1-6, dst.

Biarlah kita mau untuk terus-menerus belajar dari Alkitab yang merupakan jawaban atas pergumulan kita.