HIDUP MELIBATKAN TUHAN

Kutipan “Faith never knows where it is being led, but it loves and knows the One who is leading,” ditulis oleh Oswald Chambers, mengawali perjalanan kehidupan kita di tahun 2019. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di dalam hidup kita. Namun kita perlu melibatkan TUHAN di dalam kehidupan kita.

Yakobus 4:13-14 menjelaskan, Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung,” sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.

Bagian ini tidak secara khusus berbicara mengenai perdagangan atau bisnis dalam arti harafiah, namun ini merupakan contoh atau kiasan dari perencanaan di dalam hidup. Selama kita hidup, kita bisa merencanakan ”berbagai hal.” Apa yang kita rencanakan belum tentu terjadi seperti itu. Namun di sisi lain waktu hidup manusia, tidak ada seorangpun yang tahu. Ini suatu paradoks. Manusia tidak dapat mengetahui sampai kapan ia hidup di dalam dunia ini? Manusia hanya bisa membuat rencana-rencana di dalam hidupnya, dan rencana itu bisa digenapi di dalam hidupnya, selama ia hidup di dalam dunia. Pertanyaannya: Perencanaan yang bagaimana yang Alkitab kehendaki untuk kita? Tentunya, perencanaan hidup yang sesuai dengan kehendak TUHAN. Artinya, dalam menjalani kehidupan ini harus melibatkan TUHAN. Bukan menjalani kehidupan ini dengan kekuatan sendiri. Menjalani kehidupan ini dengan kekuatan sendiri merupakan suatu bentuk kesombongan/kecongkakan (bdk. Yak. 4:16). Istilah “congkak” di sini berarti: (1) kosong, tidak berarti; (2) Tidak memiliki jaminan/dasar. Jadi, apabila manusia hidup tidak mengandalkan/ melibatkan TUHAN itu merupakan kehidupan yang kosong, tidak berarti dan tidak memiliki dasar yang kuat untuk dijalani. Hidup manusia seperti sekam yang ditiupkan angin yang sebentar ada, kemudian lenyap.

Renungan PERSPEKTIF merupakan salah satu cara kita belajar dan merenungkan Firman Tuhan supaya kita dapat bertumbuh. Biarlah melalui pembacaan dan perenungan Firman yang rutin, hidup kita boleh semakin bertumbuh dan mengenal Kristus di tahun 2019 ini.  *