EDITORIAL AGUSTUS 2017

Bulan Juli dan Agustus 2017, kita banyak membahas tentang Kitab Imamat. Ada baiknya kita mengetahui sekilas tentang Kitab Imamat secara singkat. Kitab Imamat adalah satu satu kitab dalam kumpulan kitab Taurat yang diyakini ditulis Musa. Orang Yahudi menyebut Kitab Imamat dengan sebutan “wayyiqra” (= “dan Ia memanggil”) seperti kata pertama di dalam kitab tersebut dalam PL bahasa Ibrani. Nama Leviticus dalam bahasa Inggris diambil dari judul Yunani, Leutikon, terdapat di dalam Septuaginta yang berarti “berkaitan dengan orang-orang Lewi.”

Penulis Kitab Imamat diyakini oleh para sarjana Yahudi Ortodoks dan Kristen Tradisional bahwa Musa adalah penulis kitab ini. Ungkapan “Tuhan berfirman kepada Musa” muncul lebih dari 25 kali dalam kitab ini. Isi Kitab Imamat yang ada sekarang merupakan penyataan ilahi yang diberikan oleh Tuhan kepada Musa di Gunung Sinai (bnd. Imamat 7:38; 26:46; 27:34). Kitab Imamat oleh para sarjana Alkitab diperkirakan ditulis sekitar tahun 1500 SM. Adapun garis besar susunan dari Kitab Imamat ini adalah:

a. Terkait hukum-hukum persembahan (Psl. 1:1-7:38)
b. Tentang Pelayanan di Kemah Pertemuan (Psl. 8:1-10:20)
c. Tentang Hukum tentang Kesucian dan Kenajisan (Psl. 11:1-15:33)
d. Tentang Hari Raya Pendamaian (Psl. 16:1-34)
e. Tentang Berbagai Hukum Lainnya (Psl. 17:1-25:55)
f. Tentang Janji-Janji dan Peringatan-Peringatan (Psl. 26:1-46)
g. Tambahan: Hukum Mengenai Nazar dan Pemberian (Psl. 27:1-34).

Adapun tujuan dan pesan dari Kitab Imamat ini adalah: Ajakan untuk hidup kudus di hadapan TUHAN. Imamat 11:44-45 menuliskan: “Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus, dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan setiap binatang yang mengeriap dan merayap di atas bumi. Sebab Akulah TUHAN yang telah menuntun kamu keluar dari tanah Mesir, supaya menjadi Allahmu; jadilah kudus, sebab Aku ini kudus.”

Kitab Imamat pada dasarnya merupakan satu penuntun atau buku panduan mengenai kekudusan hidup yang dirancang untuk memberikan petunjuk dan arahan kepada bangsa Israel, terkait hubungannya dengan TUHAN dan hubungannya dengan sesama. Bangsa Israel dulunya adalah budak di Mesir, dan kini setelah dibebaskan dari Mesir, TUHAN membentuk dan menata kehidupan bangsa Israel melalui berbagai peraturan dan ketetapan-Nya. Jika Bangsa Israel hidup di dalam kekudusan, maka kehadiran dan berkat Allah akan mereka nikmati (bnd. Imamat 26:1-13). Berbagai hukum dan peraturan diberikan untuk mengubah mantan budak-budak Ibrani menjadi kerajaan imam dan bangsa yang kudus (bnd. Keluaran 19:6).

Diharapkan dengan membaca dan merenungkan Firman Tuhan dari Kitab Imamat ini, kita dapat belajar mengenai peraturan-peraturan yang diberikan TUHAN untuk membentuk dan menjadikan kehidupan bangsa Israel yang lebih berkenan kepada TUHAN.