EDITORIAL OKTOBER 2017

Nama Kitab Ulangan diambil dari Septuaginta (LXX) “deuteronomian” yang berarti “Pengulangan Hukum Taurat.” Meski namanya demikian, Kitab Ulangan lebih berisi mengenai rangkuman penting dari sejarah periode perjalanan bangsa Israel di padang gurun serta penggolongan dan pengorganisasian peraturan-peraturan yang pernah dibuat Musa. Sebelum kematiannya, Musa menceritakan dan menuliskan tentang sejarah perjalanan bangsa Israel dari generasi sebelumnya, dengan perspektif yang luas mengenai peristiwa-peristiwa tersebut.

Kitab Ulangan sendiri diwariskan oleh Musa kepada seluruh bangsa Israel dari generasi yang baru sebelum mereka memasuki tanah Kanaan, sebagai suatu dokumen perjanjian untuk dibacakan seluruhnya di hadapan bangsa itu setiap tujuh tahun sekali (Bnd. Ulangan 31:10-13). Sangat mungkin diperkirakan bahwa Musa telah menyelesaikan penulisan Kitab Ulangan menjelang kematiannya sekitar tahun 1406-1405 SM.

Tujuan penulisan kitab ini dapat diringkaskan sebagai berikut: Pertama, untuk menyatakan perbuatan-perbuatan yang besar yang telah dilakukan Allah kepada bangsa Israel serta janji-janji-Nya yang nyata melalui perjalanan di padang gurun; Kedua, untuk menyatakan kepada segenap bangsa Israel agar tetap beriman, taat dan setia kepada Allah yang telah membebaskan bangsa itu dari perbudakan di Mesir dan yang membawa bangsa itu memasuki tanah Kanaan. Kitab Ulangan dapat dibagi ke dalam tiga bagian, sebagai berikut:

1. Pasal 1-11, berisi Amanat Musa yang bersifat pendahuluan disertai kisah-kisah kecil. Dalam pasal 1:6-3:29, Musa memberikan sejarah ringkas perjalanan bangsa Israel. Di dalam pasal 4, Musa menasihati generasi yang baru; dalam pasal 5-11, Musa mengulangi ke sepuluh Hukum Taurat;

2. Pasal 12:1-26:19, berisi tentang pemberian Hukum Taurat yang dilakukan Musa di hadapan umat Israel.

3. Pasal 27:1-34:12, berisi cerita dan amanat yang berakhir dengan kematian Musa. Dalam pasal 31, Yosua mulai tampil sebagai pemimpin dan Musa menyampaikan nasihat dan tugas yang harus dilakukan oleh Yosua. Selanjutnya pada bagian terakhir, pasal 32-34 menceritakan hari-hari terakhir menjelang kematian Musa.

Melalui kita membaca dan merenungkan Kitab Ulangan, kita belajar tentang kesetiaan Allah kepada bangsa Israel, disertai perbuatan-perbuatan besar yang nyata di dalam kehidupan bangsa Israel selama di padang gurun. Allah memilih bangsa Israel bukan karena jumlahnya, melainkan karena Dia “mengasihi” bangsa itu (bnd. Ulangan 7:7-8). Oleh sebab itu, Allah menebus bangsa Israel dari perbudakan di Mesir dan menuntun mereka keluar dari Mesir menuju tanah perjanjian, tanah Kanaan.