“Lihatlah Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.” (Markus 1:2-3)

Markus mengawali tulisannya dengan mengatakan, “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah” (ay. 1), dia berpendapat bahwa permulaan riwayat kehidupan Tuhan Yesus lebih baik diawali dengan menyebutkan pelayanan dan kehidupan-Nya. Markus tidak mengawali tulisannya dengan mencantumkan silsiah Tuhan Yesus atau kisah tentang kelahiran-Nya seperti di dalam Injil Matius dan Lukas.

Pelayanan Yohanes Pembaptis yang menjadi pelopor di dalam Perjanjian Baru sangat penting. Menurut kebiasaan raja-raja pada zaman dahulu, bila mereka akan mengunjungi sebuah negara, maka terlebih dahulu akan diutus seorang hamba atau pegawai berjalan mendahului dia ke negara itu untuk mengadakan persiapan-persiapan, bahkan memperbaiki jalan yang akan dilaluinya. Demikian dengan Yohanes Pembaptis, Tuhan telah memilih, memanggil dan mempercayakan tugas khusus baginya, yaitu mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan Yesus sebagai raja di atas segala raja.

Yohanes Pembaptis bekerja untuk menyediakan hati umat Tuhan untuk menyambut Tuhan Yesus. Yohanes Pembaptis disebut sebagai “orang yang berseru-seru di padang gurun”. Apa isi seruannya? “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.” Cara kerja Yohanes Pembaptis, menegur dosa dan menuntut pertobatan yang sungguh-sungguh. Yohanes membaptis hanya membaptis orang-orang yang sudah bertobat. Bagi Yohanes, pertobatan adalah suatu perubahan pikiran yang menjadi permulaan dari pekerjaan anugerah dalam hati manusia, bukan ‘kelahiran baru’, yang menjadi suatu permulaan dari pekerjaan anugerah dalam hati manusia. Pertobatan yang dituntut Yohanes itu belum cukup untuk menyelamatkan manusia, kecuali iman kepada Yesus Kristus. Itulah sebabnya mengapa orang-orang yang telah dibaptiskan oleh Yohanes kemudian dibaptiskan lagi oleh Tuhan Yesus sebagai Juruselamat mereka.

Dalam ayat 5, Yohanes sudah menjadi pengkhotbah yang terkenal. Meskipun ia tidak melayani di kota-kota yang ramai, di dalam rumah-rumah ibadah, melainkan di padang gurun. Namun banyak orang datang dan mendengarkan kotbahnya. Dan banyak orang yang bertobat dan dibaptis. Yohanes Pembaptis diceritakan sebagai seorang yang berpakaian bulu onta dan ikat pinggang kulit bukan jubah panjang. Itu adalah pakaian seorang nabi. Makanan Yohanes adalah madu dàn belalang, sangat sederhana.

Yohanes Pembaptis menyampaikan bahwa bangsa Israel penuh dengan dosa, mereka memerlukan kehidupan baru. Sesudah dia akan datang (sudah datang) yang dapat membaptis bukan dengan air tapi dengan Roh Kudus, lebih berkuasa, membuka tali kasutnya pun Yohanes merasa tidak layak. Walaupun membuka tali kasut adalah pekerjaan seorang hamba. Yohanes menyadari bahwa pekerjaan dan tugasnya adalah mempersiapkan hati manusia untuk menerima kehadiran Juruselamat yang dapat mengampuni dosa dan memberikan hidup kekal.

Mari jemaat siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat yang mampu mengampuni dosa dan memberi kehidupan kekal. *

Share Button