“Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” (Lukas 19:10)

Seorang pemilik lukisan yang berjudul ‘The Chess Player’ mengundang Paul Morphy (seorang juara dunia catur tahun 1857) untuk datang ke rumahnya dan melihat lukisan yang dimilikinya itu. Lukisan itu menceritakan tentang seorang anak muda yang sedang bermain catur melawan iblis. Di lukiskan bahwa anak muda itu sedang dalam keadaan terpojok dengan wajah yang sedih dan penuh kekuatiran. Paul Morphy kemudian meminta kepada sang pemilik lukisan itu untuk mengambil sebuah papan catur dan kembali menempatkan bidak-bidak catur seperti yang ada di lukisan itu. Morphy kemudian berkata kepada sang pemilik lukisan: ‘I’ll take the young man’s place and make the move’. Dia kemudian membuat sebuah langkah yang di mana membuat anak muda yang ada di lukisan itu terbebas dari kondisi keputusasaan.

Demikianlah kiranya gambaran manusia yang berada di dalam dosa. Segala usaha yang dilakukan manusia tidak mungkin bisa memulihkan hubungan manusia dengan Allah. Satu-satunya yang bisa melakukan hal itu adalah Yesus Kristus.

Dalam bacaan minggu ini, perkataan Yesus ‘Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang’ muncul dari sebuah kisah yakni tentang seorang pemungut cukai yang bernama Zakheus. Di situ diceritakan ketika Yesus masuk ke kota Yerikho dan melintasi kota itu, banyak orang berbondong-bondong mengikuti dan ingin berjumpa dengan Yesus. Zakheus salah satu yang kemudian juga penasaran untuk melihat Yesus. Karena badannya yang pendek, dia kemudian berlari mendahului orang banyak dan memanjat pohon ara. Akhirnya dia bisa melihat Yesus. Namun ketika Yesus tiba di dekat pohon yang dipanjat oleh Zakheus, Yesus melihat ke atas dan memanggil Zakheus untuk turun dan ingin menumpang di rumahnya. James R. Edwards mengatakan: ‘The decisive seeker is not Zacchaeus, but Jesus, who accomplishes God’s mission, as foretold by the prophets.’ (Bdk. Yehezkiel 34:11-16). Dari hal ini kita melihat bahwa ‘pencari’ yang sesungguhnya bukanlah Zakheus, tetapi Yesus. Itulah sebabnya, dari sini kita bisa melihat 3 pesan penting yaitu:

1. Inkarnasi–Yesus yang adalah Allah datang menjadi manusia (Sebab Anak Manusia datang). Inisiator keselamatan adalah Allah, dan bukan manusia. Allah yang datang mencari manusia. Itulah sebabnya, kita meyakini bahwa keselamatan itu adalah semata-mata anugerah Allah, bukan karena usaha pekerjaan ataupun perbuatan baik manusia. (bdk. Efesus 2:8-9)

2. Misi Inkarnasi–Yesus datang ke dalam dunia membawa misi yakni ‘untuk mencari dan menyelamatkan.’ Ada yang berkata bahwa: ‘Jesus came as the seeking Savior.’

3. Adapun, kondisi manusia yang dicari dan diselamatkan sesungguhnya dalam keadaan terhilang atau ‘yang hilang’. Yesaya 53:6 mengatakan: ‘Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.’ *

Share Button