Bacaan hari ini: Keluaran 29:38-46
“Di sanalah Aku akan bertemu dengan orang Israel, dan tempat itu akan dikuduskan oleh kemuliaan-Ku.” (Keluaran 29:43)

Perikop yang menjadi bacaan hari ini masih merupakan bagian dari aturan-aturan mengenai pengudusan seorang imam. Secara khusus bagian ini mengatur tentang korban pagi dan korban petang. Setelah imam-imam ditahbis, mereka harus mempersembahkan korban bakaran yang tetap dan turun-temurun. Tuhan memerintahkan orang Israel untuk mempersembahkan korban bakaran yang tetap tiap-tiap hari melalui para imam. Persembahan itu harus berupa dua ekor domba untuk sehari, yang dipersembahkan bersama tepung, minyak, dan anggur. Korban bakaran itu harus diolah dua kali sehari, yaitu pada waktu pagi dan petang.

Korban bakaran itu haruslah dipersembahkan di depan pintu Kemah Pertemuan di hadapan Tuhan, sebab di sanalah Tuhan akan menjumpai dan berfirman kepada orang Israel. Tuhan memerintahkan para imam untuk mempersembahkan korban bakaran dua kali sehari karena Ia ingin bertemu dan berfirman kepada umat-Nya. Ia rindu bersekutu dengan umat-Nya. Persembahan korban bakaran itu dilakukan untuk memastikan kelangsungan persekutuan bangsa Israel dengan Tuhan. Selain itu, juga untuk mengingatkan bangsa Israel bahwa tiap-tiap hari merupakan hari pengabdian kepada Tuhan. Tuhan sendiri berjanji akan berdiam di tengah umat dan menjadi Allah mereka, supaya umat dapat memuliakan Tuhan, yang telah melakukan perkara besar bagi mereka.

Di zaman sekarang, persekutuan kita dengan Tuhan tidak dilakukan dengan mempersembahkan korban bakaran, melainkan dengan bersaat teduh. Saat teduh adalah saat dimana kita menyediakan waktu secara khusus untuk bersekutu secara pribadi dengan Tuhan. Saat teduh menjadi saat bagi kita untuk mendengarkan suara Tuhan melalui firman-Nya, juga saat untuk mencurahkan isi hati kita kepada Tuhan melalui doa. Tuhan rindu untuk bertemu dan berfirman kepada kita dalam waktu teduh kita. Jika Tuhan merindukan waktu khusus untuk bersekutu dengan kita secara pribadi tiap hari, adakah juga kerinduan itu dalam hati kita? Sudahkah kita menyediakan waktu khusus untuk bersaat teduh setiap hari?

STUDI PRIBADI: (1) Apa yang harus dipersembahkan imam sebagai korban pagi dan korban petang? (2) Mengapa korban bakaran itu harus dilakukan dua kali dalam sehari?
DOAKAN BERSAMA: Doakanlah agar setiap umat Tuhan terus memiliki kerinduan untuk bersekutu dengan Tuhan secara pribadi, mengerti betapa Tuhan mencintainya dan mengerti kehendak Tuhan dalam hidupnya.

Share Button