Bacaan hari ini: 1 Raja-Raja 15:33-16:34
“Oleh karena engkau telah Kutinggikan dari debu dan Kuangkat menjadi raja atas umat-Ku Israel…” (1 Raja-Raja 16:2)

“Setiap orang yang menggunakan pedang akan binasa oleh pedang,” cukup tepat menggambarkan cara naik-turunnya raja-raja Israel dalam pasal ini. Para raja dalam pasal ini naik takhta karena mengudeta raja sebelumnya; Zimri membunuh Ela, tapi Zimri pun mati bunuh diri karena takut dibunuh Omri. Raja-raja yang dicatat dalam pasal ini adalah raja yang berkuasa di Israel dalam rentang masa pemerintahan raja Asa di Yehuda. Dalam sekali masa pemerintahan raja di Yehuda, terjadi tujuh kali pergantian raja di Israel. Namun tak ada satupun raja Israel yang dicatat benar-benar terpaut dengan Tuhan. Jika Daud adalah tolak ukur penilaian raja Yehuda, maka Yerobeam yang jahat di mata Tuhan menjadi persamaan raja-raja Israel. Yerobeam dicatat sebagai raja yang telah membuat seluruh Israel berdosa di hadapan Tuhan.

Raja Zimri hanya bertakhta tujuh hari saja, namun dicatat bahwa dia sama berdosanya dengan Yerobeam. Dosa apa yang dia lakukan dalam masa tujuh hari masa pemerintahnnya, sehingga dicatat membawa Israel berdosa? Sepertinya pembiaran atas dosa yang ada sebelumnya sama kejinya di mata Tuhan dengan dosa yang dilakukannya sendiri. Lebih lagi, perbuatan Omri, raja sesudahnya, lebih jahat daripada semua raja yang mendahuluinya (vv. 25). Juga catatan Alkitab terhadap Ahab, putra Omri, ternyata sama (vv. 30). Bahkan daftar dosa Ahab ditambahkan karena ia mengambil istri seorang penyembah Baal dan dewi Asyera. Dalam 250 tahun masa Kerajaan Israel, sembilan belas raja menduduki takhta, tetapi tidak ada seorangpun dari raja-raja Israel itu yang memerintah seperti Daud dan Salomo, atau seperti Asa dan raja-raja Yehuda yang benar lainnya.

Dari kisah ini, kita bisa melihat bahwa dosa itu berkembang dengan caranya sendiri apabila dibiarkan. Si pendosa akan terus diperbudak oleh dosa, bahkan semakin tenggelam di dalamnya, kecuali dia meninggalkan dosa dan berhenti melakukannya. Jika kita menyadari bahwa kita sedang melakukan dosa di hadapan Tuhan, marilah kita berpaling sehingga dosa tidak semakin menarik kita lebih dalam lagi.

STUDI PRIBADI: Mengapa dosa semakin berkembang dalam masa pemerintahan empat raja Israel dalam pasal ini?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah supaya setiap anak Tuhan dimampukan oleh Roh Kudus untuk berpaling dari dosa-dosanya dan kembali pada Tuhan. Kiranya Roh Kudus memimpin pergumulan yang dihadapi umat Tuhan.

Share Button