“Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” (Roma 12:11)

Ada kalanya dalam kehidupan kita mengiring dan melayani Tuhan, kita mengalami kondisi di mana semangat kita menjadi turun. Terkadang hal ini dapat juga kita temui dalam hidup beberapa orang Kristen di sekitar kita. Pada awalnya, mereka begitu bersemangat mengikut Tuhan bahkan memberikan diri untuk melayani Dia. Tetapi lama kelamaan mereka mulai menjauh dan bahkan undur dari persekutuan umat Tuhan dan makin menjauh dari Gereja. Hal ini bisa terjadi karena beberapa hal, misalnya mereka mengalami kesulitan hidup yang tidak kunjung selesai dan merasa seakan-akan pengharapan mereka kepada Tuhan menjadi sia-sia. Atau bisa juga karena mereka mengalami tantangan iman, misalnya ditolak oleh keluarga atau lingkungan mereka karena menjadi orang Kristen, apalagi ada di antara mereka yang mengalami penganiayaan. Kemunduran rohani ini bisa juga diakibatkan mereka lebih tergoda oleh kemewahan dan kenikmatan dunia ini. Alasan lain adalah mereka kehilangan semangat dan undur dalam pelayanan karena mengalami konflik yang dapat berujung pada sakit hati dengan sesama orang Kristen di dalam Gereja.

Firman Tuhan mengingatkan agar kita sebagai orang percaya jangan kendor dalam kerajinan kita, dalam kalimat lain agar “kita jangan kehilangan semangat dalam hidup kita mengiring Tuhan.” Kita dapat mengalami situasi-situasi yang membuat semangat rohani kita turun, bahkan mungkin situasi itu mulai mempengaruhi kita, tetapi jangan sampai kita membiarkannya sehingga semangat rohani kita menjadi kendor. Sebaliknya firman Tuhan mengingatkan agar roh kita selalu menyala-nyala untuk memberikan diri dan melayani Tuhan. Di sinilah kita menyadari bahwa agar semangat kita tetap menyala mengiring Tuhan di tengah-tengah situasi yang sulit atau sakit hati yang muncul, kita selalu membutuhkan pertolongan Tuhan.

Oleh karena itu, ketika kita mulai merasa situasi dan perasaan kita mengakibatkan semangat rohani kita mulai turun, jangan kita membiarkannya sehingga lambat laun hidup kita benar-benar dikuasai perasaan dan situasi dan bukannya Tuhan. Hendaknya kita tetap dekat kepada Tuhan dalam saat teduh dan doa, serta tidak jauh dari persekutuan dengan saudara-saudara seiman. Lebih dari itu, sesuai dengan tema bulan Januari ini, yaitu Jemaat Gloria yang saling peduli, maka mari kita secara aktif sebagai satu tubuh Kristus berdoa dan mengusahakan kehidupan berjemaat yang saling mengasihi, saling memperhatikan, dan saling melayani untuk pertumbuhan kita bersama-sama. Sehingga ketika ada saudara yang mengalami kesulitan, ada penghiburan dari yang lain. Ketika ada saudara yang sakit hati karena tanpa sengaja mengalami konflik, ada pengampunan dan sikap untuk menyelesaikan percekcokan dengan baik dalam kasih Tuhan. Kiranya Tuhan memberkati dan menolong Gereja-Nya. *

Share Button