Bacaan hari ini: Imamat 23:1-44
“Demikianlah Musa menyampaikan kepada orang Israel firman tentang hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN.” (Imamat 23:44)

Setiap hari raya yang ditetapkan Tuhan memiliki makna dan tujuan. Berdasar Imamat 23, kita temukan 7 hari raya yang harus diperingati oleh bangsa Israel, yakni: (1) Hari raya paskah/passover (ay. 5); (2) roti tidak beragi (ay. 6-8) adalah peringatan pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir; (3) Hari raya hasil pertama (ay. 9-14); (4) hari kelima puluh/pentakosta (ay. 15-22) merupakan ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh, dan merupakan wujud pengakuan bahwa itu adalah berkat dari Tuhan; (5) Hari raya peniupan serunai (ay. 23-25); (6) pendamaian (ay. 26-32) adalah peringatan tentang dosa-dosa, perlunya pertobatan dan didamaikan dengan Allah; dan (7) hari raya pondok daun (ay 33-43) yang adalah peringatan atas pertolongan Tuhan saat bangsa Israel mengembara di padang gurun.

Setelah kita mengetahui hari-hari raya Israel di atas, pertanyaan yang selanjutnya adalah: apa signifikansinya bagi kita sebagai umat Tuhan di masa kini? Seorang penafsir, Gordon J. Wenham berpendapat bahwa pengenalan hari-hari raya ini dapat memberikan gambaran yang lebih dalam tentang penyembahan kristiani. Ketika merayakan Jumat Agung, kita tidak hanya berpikir tentang karya kematian Kristus di atas kayu salib bagi kita, tetapi juga mengingatkan kita tentang pembebasan bangsa Israel dari Mesir yang mengantisipasi pembebasan kita dari perbudakan dosa. Ketika kita memperingati paskah, hal itu tidak hanya mengingatkan kita tentang kebangkitan Kristus, tetapi kita juga melihat janji untuk kebangkitan diri kita sendiri pada hari kedatangan Kristus (bdk. 1 Kor. 15:20,23). Saat pentakosta, kita tidak sekadar bersyukur atas berkat materi yang Tuhan limpahkan seperti yang diperingati oleh bangsa Israel pada masa lampau, tapi juga sebagai wujud syukur kepada Allah atas penyertaan-Nya melalui Roh Kudus dan berkat-berkat rohani yang kita terima.

Semua hal ini mengajarkan kita bahwa betapa banyaknya alasan bagi umat di masa kini untuk bersukacita, mengingat semua berkat-berkat rohani yang menjadi milik kita di dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

STUDI PRIBADI: (1) Selama ini, seperti apakah Anda memaknai hari-hari raya Kristiani? (2) Sudahkah Anda menyediakan waktu dan terlibat dalam perayaan Kristiani di gereja?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah agar setiap orang percaya tidak sekadar memaknai hari-hari raya kristiani sebagai rutinitas, tetapi mereka dapat mengalami berkat rohani dari perayaan-perayaan tersebut.

Share Button