“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” (2 Timotius 4:7)

Di akhir masa pelayanannya, Paulus ingin memberikan semangat kepada Timotius yang memulai pelayanan dalam usianya yang masih muda. Paulus menyatakan bahwa ia telah mengakhiri kehidupannya dengan baik. Bahkan di ayat 8, Paulus berani menyatakan bahwa ia akan menerima mahkota kehidupan. Mengapa demikian? Mari kita memperhatikan di ayat 7, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” Dalam ayat tersebut ada tiga hal yang telah jalani oleh Paulus sehingga ia menyebut dirinya telah mengakhiri kehidupannya dengan baik, yaitu:

1. Berjuang dalam pertandingan dengan baik
Dalam terjemahan Bahasa Inggris bagian ini diterjemahkan: “I have fought a good fight.” Paulus mengibaratkan kehidupan sebagai sebuah pertandingan. Yaitu sebuah pertandingan yang penuh dengan perjuangan melawan sesuatu. Pertandingan ini diawali pada saat seseorang lahir baru (menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya) dan diakhiri saat seseorang pulang ke Rumah Tuhan. Pertandingan ini bukan melawan manusia, melainkan melawan dosa, kedagingan, dan Iblis. Paulus menyatakan ia mengakhiri dengan baik. Artinya dia menggunakan cara yang baik dan bertanggung jawab dalam seluruh proses pertandingan dalam kehidupannya.

2. Mencapai Garis Akhir
Hal berikutnya Paulus menyebutkan mengenai garis akhir. Paulus mengingatkan bahwa setiap orang memiliki lintasan dan titik akhir yang sudah ditentukan. Seperti seorang yang mengikuti pertandingan lari. Kehidupan kekristenan kadang kala digambarkan sebagai pertandingan lari, sebagaimana disinggung juga oleh Rasul Paulus dalam 1 Korintus 9:24 – 26. Setiap pelari memiliki lintasannya masing-masing dan hanya bisa dinyatakan selesai ketika menyentuh garis finish. Bagaimana Rasul Paulus menyatakan dirinya sudah mencapai garis akhir? Paulus mencapai garis akhir ketika ia menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Tuhan kepadanya, yaitu untuk memberitakan Injil (bdk. Kisah Rasul 20:24).

3. Memelihara Iman
Kata “memelihara” ini memberi pengertian bahwa Rasul Paulus berhasil mempertahankan iman akan Injil dan mempertahankan kehidupan yang taat dan setia kepada Tuhan. Ia setia dalam melayani Tuhan Yesus Kristus, Sang Penebus dari awal perjumpaannya dengan Tuhan Yesus sampai akhir hidupnya.

Paulus sudah mempersiapkan diri menghadapi akhir hidupnya dengan ketiga hal itu, yaitu berjuang dengan baik (melawan dosa, kedagingan dan Iblis), melakukan pemberitaan injil, dan tetap beriman dan melayani Kristus. Adakah kita juga bersedia untuk mengerjakan tiga bagian itu dalam hidup kita? Hal apakah yang menghalangi kita untuk melakukan ketiga hal tersebut? Mari kita mohon kepada Tuhan untuk menguatkan kita sehingga kita tetap setia sampai akhir. *

Share Button