“Karena sama seperti tubuh itusatu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus” (1 Korintus 12:12).

Dosa telah membuat kita tercerai-berai; tercerai dari Allah, tercerai dari sesama, bahkan diri sendiri. Itulah sebabnya, manusia berdosa cenderung memuaskan diri sendiri, menonjolkan egonya, dan menguasai sesamanya. Di tengah dunia yang berkompetisi demi mencapai kepentingan diri sendiri, sebagai umat tebusan-Nya, kita dipanggil Tuhan menjadi satu anggota tubuh-Nya. Sekalipun kita banyak anggota, tetapi kita satu tubuh.

Kepada jemaat Tuhan di Korintus, Paulus mengingatkan, agar mereka tidak hidup sama seperti orang berdosa yang hidup demi kepentingan diri sendiri; menonjolkan kelompoknya sendiri, bahkan bangga pada kemampuan sendiri. Bagi Paulus, jika sikap semacam ini ada pada gereja Tuhan, hal ini hanya akan merugikan diri kita sendiri. Lalu, apa yang harus dilakukan oleh jemaat sebagai anggota tubuh Tuhan?

1. Sadarlah, bahwa Kita Satu Tubuh (ay. 12-20). Perkataan Paulus yang sering muncul dalam teks Alkitab yang kita baca adalah kata “satu tubuh” dan “banyak anggota.” Pengulangan dua kata ini menegaskan agar jemaat tahu, sekalipun mereka memiliki beragam kemampuan atau karunia rohani, yang satu sama lain bias saja berbeda, tetapi semuanya adalah satu, tidak berjalan sendiri-sendiri menurut selera mereka; bahkan tidak boleh juga menganggap yang satu lebih mulia dari lainnya. Kesadaran akan “satu tubuh” ini sangat penting bagi gereja Tuhan masa kini. Sebab kecenderungan individualisme atau pengelompokan dalam gereja Tuhan sesungguhnya adalah kerugian besar bagi gereja. Sesama jemaat, pekerja atau pelayan Tuhan, kita harus menyadari bahwa kita satu tubuh. Janganlah kita menjadi kepentingan diri atau kelompok kita, tetapi sedapat mungkin apapun yang kita kerjakan adalah demi kemajuan tubuh Tuhan.

2. Kembangkan Hidup Kerekanan untuk Tumbuh Bersama (ay. 21-27). Paulus mengajarkan kepada jemaat, bahwa mereka tidak dapat berkata, “aku tidak memerlukan engkau.” Di tengah zaman itu, maupun masa kini, kita tidak dapat hidup tanpa rekan! Bahkan di tengah pelayananpun, hal yang terkecil, bukanlah hal yang tidak berguna, tetapi juga penting. Masing-masing memiliki kepentingannya, dan masing-masing saling membutuhkan. Mengawali tahun yang baru ini, marilah kita menjadi jemaat yang saling memperhatikan, saling membangun dan bekerja sama, karena kita adalah satu tubuh di dalam Kristus. Janganlah mencari dan memuaskan keinginan sendiri, tetapi berjuanglah untuk kepentingan bersama, sebab sekalipun kita banyak anggota, tetapi kita adalah satu tubuh. Mulailah dari hal-hal terkecil yang Anda bias lakukan demi kemajuan dan pertumbuhan jemaat Tuhan, seperti senyum, sapa, salam. Berdoa dan berbagi kasih kepada mereka yang membutuhkan; atau mengembangkan karunia yang Tuhan berikan, bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk melayani sesama. Kita semua adalah tubuh Tuhan dan kita masing-masing adalah anggotanya. Amin. *

Share Button