Bacaan hari ini: 2 Tawarikh 15
“Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!” (2 Tawarikh 15:7)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “reformasi” adalah perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, atau agama) dalam suatu masyarakat atau negara. Dalam suatu kehidupan negara ketika kondisi negara sudah sangat menyimpang, maka biasanya Tuhan membangkitkan seseorang unutk melakukan perubahan. Dalam kehidupan umat Yehuda dan Benyamin ini, Tuhan membangkitkan seorang nabi, yaitu nabi Azarya bin Oded dan Raja Asa.

Dalam kehidupannya sehari-hari, ternyata umat Israel sudah terbiasa untuk beribadah kepada Tuhan, sekaligus juga melakukan penyembahan-penyembahan berhala di tempat-tempat tertentu. Menyadari akan hal ini, maka nabi Azarya menyampaikan teguran Allah kepada raja Asa untuk menjaga kemurnian ibadah kepada Tuhan sebagai wujud ketaatan dan kesetiaan kepada-Nya. Tuhan memberikan semangat kepada raja Asa untuk melakukan reformasi secara total.

Hal-hal yang dilakukan oleh raja Asa antara lain, yaitu: menyingkirkan semua berhala di Yehuda dan Benyamin, memperbaiki mezbah Tuhan, mempersembahkan tujuh ratus sapi dan tujuh ribu domba, mengajak seluruh Israel untuk memperbaharui janji mereka untuk tetap setia dan taat kepada Tuhan, dan memecat ibu Suri (neneknya sendiri) karena membuat patung berhala. Dengan kesungguhan raja Asa melakukan reformasi. Sebagai dampak atas ketaatan dan kesetiaannya melakukan reformasi tersebut, maka Allah mengizinkan raja Asa mengalami berkat Tuhan yang kemudian juga dirasakan oleh seluruh umat Yehuda (ay. 15, 19).

Berkaca dari kehidupan raja Asa dan nabi Azarya ini, maka yang dibutuhkan agar umat Tuhan dapat melakukan reformasi untuk merubah kebiasaan yang salah adalah sebuah komitmen yang tinggi, sehingga umat Tuhan dapat mengatasi setiap kesulitan dan resiko atas keputusan yang diambil. Hal penting lainnya adalah hadirnya seorang rekan untuk saling mengingatkan dan menguatkan, sebagaimana raja Asa memiliki seorang rekan, yaitu nabi Azarya.

STUDI PRIBADI: (1) Apakah yang dilakukan raja Asa pada waktu ia menjadi raja di Yehuda? (2) Apakah yang dialami Yehuda saat raja Asa, taat dan setia kepada TUHAN?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi diri kita masing-masing agar kita tetap mampu berkomitmen untuk terus membuang hal-hal yang tidak berkenan kepada TUHAN sehingga hidup benar di hadapan TUHAN.

Share Button