Bacaan hari ini: 2 Samuel 15:13-37
“Lalu berkatalah raja kepada Zadok: Bawalah tabut Allah itu kembali ke kota; jika aku mendapat kasih karunia di mata TUHAN, maka Ia akan mengizinkan aku kembali, sehingga aku akan melihatnya lagi, juga tempat kediamannya.” (2 Samuel 15:25)

Kabar persepakatan dan rencana Absalom menjadi raja melawan Daud akhirnya sampai pula ke telinga Daud. Daud meresponinya dengan hal yang mengejutkan. Bukannya mempersiapkan diri untuk melawan atau mempertahankan diri, Daud malahan mengambil langkah untuk meninggalkan Yerusalem, ibu kota pada waktu itu.

Mengapa Daud memilih melarikan diri? Jika bukan karena kekurangan pasukan, maka apa alasan lainnya? Kelihatannya, Daud ada dalam kondisi pergumulan rohani yang tidak mudah ketika menghadapi pemberontakan Absalom ini, apalagi hal ini merupakan bagian dari konsekuensi perbuatan dosanya pada masa lalu. Hal ini membuat Daud sampai pada satu titik tidak berani melangkah dengan sembarangan. Daud memilih “mengalah” dan melarikan diri, berharap akan kasih karunia Tuhan: “Jika aku mendapat kasih karunia di mata Tuhan, maka Ia akan mengizinkan aku kembali, tetapi jika Ia tidak berkenan maka biarlah dilakukan apa yang baik di mata-Nya” (ay. 25-26). Syukur karena ada beberapa orang yang tetap menunjukkan kesetiaan dan perhatian mereka untuk mengiringi atau membantu Daud dalam kondisi sulit seperti ini.

Konsekuensi dosa memang bahaya. Pertama, tentu ada konsekuensi yang merugikan bahkan menghancurkan ketika kita berani melawan Tuhan dan berbuat dosa. Bahkan Tuhan sendiri dapat turun tangan untuk menghukum kita, tetapi tentunya dengan tujuan agar kita segera bertobat dan kembali kepada-Nya. Tetapi kerusakan yang terjadi sudah menjadi konsekuensinya dan terkadang membuat kita menjadi malu karenanya. Demikianlah yang dialami Raja Daud dengan kehancuran yang menimpa keluarganya. Kedua adalah ketetapan hati kita untuk bertindak di hadapan Tuhan menjadi goyah. Perasaan bersalah atau perasaan takut melawan Tuhan, mengiringi ketakutan untuk membuat keputusan dengan benar. Dosa berdampak kepada emosi dan bahkan pertumbuhan rohani kita di hadapan Tuhan, sehingga kemantapan hati di hadapan Tuhan menjadi goyah. Syukurlah, kasih karunia-Nya nyata bagi mereka yang mau berbalik dan bertobat dari dosa-dosanya.

STUDI PRIBADI: Mengapa Daud memilih untuk melarikan diri dari Absalom?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat Tuhan agar ketika mereka jatuh dalam dosa, mereka tidak membiarkan diri terus-menerus hidup dalam dosa, tetapi berbalik dan bertobat kepada Tuhan.

Share Button