Bacaan hari ini: 1 Tawarikh 19
“…maka mereka mengadakan perdamaian dengan Daud dan takluk kepadanya…” (1 Tawarikh 19:19b)

Dalam 1 Tawarikh 19:1-2 mengisahkan bahwa Daud hanya ingin menjalin persahabatan dengan Hanun, mengingat Nahas, ayahnya telah menunjukkan persahabatan dengan Daud di masa lalu. Daud mengirim pegawai-pegawainya untuk menyampaikan bela sungkawa atas kematian Nahas, kepada Hanun, anak Nahas. Akan tetapi Hanun termakan hasutan penasihatnya (ay. 3), bahwa Daud bermaksud menghancurkan Hanun dengan mulai mengintai negerinya. Tentu hasutan tersebut tidak benar. Hanun telah salah sangka, dan salah sangkanya telah menuntunnya melakukan perbuatan yang memalukan Daud, dengan mempermalukan pegawai-pegawai Daud. Rambut adalah lambang kehormatan bagi bangsa Israel, Hanun mencukur habis rambut para pegawai Daud, dan bahkan memotong pakaian mereka, hal itu sangat mempermalukan para pegawai Daud, dan juga mempermalukan Daud yang mengutus mereka. Setelah itu, Hanun bukannya mengakui kesalahannya, malah menghimpun kekuatan untuk menyerang Daud (ay. 6-7).

Pada akhirnya, bani Aram mengalami kekalahan, sekalipun pasukan Daud sempat terancam (ay. 10). Namun karena Yoab mengandalkan Tuhan (ay. 13), Tuhan mendatangkan kemenangan kepada Daud dan tentaranya. Bani Aram takluk kepada Daud dan tidak berani menentangnya lagi. Prasangka buruk Hanun terhadap Daud, bukannya menguntungkan, malah mendatangkan celaka, bagi dirinya, dan juga bagi bangsa Aram, bangsa andalannya.

Sebagai sesama tubuh Kristus, bila kita berprasangka buruk terhadap sesama kita, terlebih jika prasangka buruk itu mendorong kita melakukan perbuatan yang mencelakakan sesama, kita akan menghancurkan dan memecah-belah gereja dimana Tuhan menempatkan kita. Dalam Filipi 4:8, Paulus mendorong kita, umat Tuhan untuk memikirkan hal yang benar, mulia, adil, suci dan manis. Dengan demikian di dalam tubuh Kristus, kita akan menciptakan kedamaian dan persaudaraan yang semakin erat, untuk saling mendorong bertumbuh, menjadi semakin serupa dengan Kristus.

STUDI PRIBADI: (1) Apakah kesalahan Hanun terhadap Daud? (2) Seberapa sering kita berprasangka buruk daripada berpikiran baik terhadap sesama kita?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah agar umat Tuhan memiliki hati seperti hati Kristus, yang tulus dan murni dan dijauhkan dari prasangka buruk terhadap sesama, agar tercipta kedamaian dan pertumbuhan rohani dalam gereja Tuhan.

Share Button