Bacaan hari ini: 2 Tawarikh 13:1-14:1
“Ketika Yehuda menoleh ke belakang, lihatlah, mereka harus menghadapi pertempuran dari depan dan dari belakang. Mereka berteriak kepada TUHAN, sedang para imam meniup nafiri.” (2 Tawarikh 13:14)

Kapankah seseorang mengalami dan merasakan pertolongan Tuhan di dalam hidupnya? Tatkala mengalami situasi dan kondisi genting dalam hidupnya. Dalam situasi yang demikian, seseorang dapat sangat merasakan pertolongan Tuhan. Inilah yang dialami oleh Abia, raja Yehuda tatkala maju berperang dengan Yerobeam, raja Israel.

Yerobeam, raja Israel, adalah seorang raja yang memiliki taktik perang yang jitu. Ketika Abia, raja Yehuda maju berperang melawan Yerobeam, raja Israel, ia tidak menyangka bahwa Yerobeam akan dengan mudah membaca pergerakan pasukan Yehuda. Itu sebabnya Yerobeam mengirim pasukan penghadang untuk menghadang laju pergerakan pasukan Yehuda. Hasilnya, pasukan Yehuda yang dipimpin oleh raja Abia menjadi terkepung. Pasukan Yehuda harus menghadapi pasukan Israel yang telah menghadang di depan dan di belakang pasukan Yehuda. Pertanyaannya: Menghadapi situasi yang demikian, apakah yang dilakukan oleh pasukan Yehuda yang dipimpin Abia? Alkitab mencatatnya: “Ketika Yehuda menoleh ke belakang, lihatlah, mereka harus menghadapi pertempuran dari depan dan dari belakang. Mereka berteriak kepada TUHAN…” (2Taw. 13:14). Kata “berteriak” dalam bahasa aslinya adalah “tsa’aq” yang artinya “memanggil dengan sungguh-sungguh,” atau “berseru dengan sungguh-sungguh.” Inilah yang dilakukan oleh pasukan Yehuda yang dipimpin oleh Abia. Apakah yang terjadi kemudian? Tuhan memukul kalah pasukan Israel yang dipimpin oleh Yerobeam (bnd. 2Taw. 13:15). Tuhanlah yang maju berperang melawan pasukan Yehuda.

Belajar dari kisah sederhana ini, kadang Tuhan mengijinkan kita ada di dalam kondisi dan suasana yang sulit dan terjepit. Pada saat itu, kita datang kepada Tuhan meminta pertolongan-Nya. Tuhan pasti akan menolong kita tepat pada waktunya. Seorang penafsir Alkitab menuliskan: “Pertolongan Tuhan tidak akan pernah terlambat, selalu tepat pada waktunya, jika kita mau bersabar dengan setia dan tekun.” Amin.

STUDI PRIBADI: (1) Apa yang membedakan antara Abia, raja Yehuda dan Yerobeam, raja Israel? (2) Dalam keadaan yang terjepit, apa yang dilakukan oleh Abia, raja Yehuda?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi setiap jemaat Tuhan, agar tetap percaya dan bertekun di dalam Tuhan, karena kesulitan dan pergumulan yang dihadapi pasti ada jalan keluar dari Tuhan, Amin.

Share Button