Bacaan hari ini: Ezra 11
“Tetapi sekarang mengakulah di hadapan TUHAN, Allah nenek moyangmu, dan lakukanlah apa yang berkenan kepada-Nya…” (Ezra 10:11a)

Dalam bagian ini dikisahkan bahwa penyesalan dan pertobatan atas dosa orang-orang Yahudi dimulai oleh Ezra sendiri: Ezra berdoa, mengaku dosa, menangis sambil bersujud di depan rumah Allah (ay. 1a). Ezra adalah seorang imam dan juga ahli kitab (7:11), yang ikut dalam rombongan bangsa Israel dari negeri Persia, negeri pembuangan, pulang ke Yerusalem. Ketika Ezra mendengar bahwa telah terjadi dosa di antara orang-orang Israel, termasuk kaum Lewi dan para imam (9:1), Ezra merendahkan diri sungguh-sungguh di hadapan Tuhan dan menyesali perbuatan kaumnya. Perbuatan Ezra itu menggerakkan banyak orang Israel saat itu bergabung dengannya dalam penyesalan akan dosa-dosa mereka di hadapan Tuhan (10:1b).

Namun pertobatan dan penyesalan Ezra serta orang-orang Israel saat itu tidak hanya berhenti dalam ritual merendahkan diri dan menangisi dosa di hadapan Tuhan saja. Pertobatan dan penyesalan mereka dilanjutkan dengan pengakuan dosa di hadapan Tuhan. Pengakuan dosa itupun disertai dengan perbuatan nyata, yaitu mengusir istri-istri yang berasal dari bangsa yang tidak mengenal Tuhan, beserta anak-anak yang dilahirkan oleh mereka. Ini adalah perintah Tuhan, yang disampaikan kepada tuan dan orang-orang yang takut akan Tuhan (10:3). Pengusiran istri dan anak, secara manusiawi terlihat kejam dan tidak berperikemanusiaan. Namun, inilah perintah Tuhan kepada orang-orang Israel, yang telah berdosa kepada Tuhan dan tidak menghormati Tuhan sebagai Allahnya. Mereka juga telah menajiskan status mereka sebagai umat pilihan Tuhan dengan mengawini istri-istri dari bangsa-bangsa kafir (9:1).

Pertobatan dan penyesalan sejati atas dosa yang telah diperbuat, tidak hanya berhenti sampai pengakuan dosa saja, namun berlanjut pada perbuatan nyata, yakni mau meninggalkan perbuatan dosa dan menuruti perintah Tuhan, serta bersedia menanggung akibat perbuatan dosanya. Adakah dosa yang perlu kita akui di hadapan Tuhan? Jika ya, segeralah bertobat, selagi anugerah Tuhan masih tersedia bagi setiap kita.

STUDI PRIBADI: Akuilah dosa Anda, bertobatlah sungguh-sungguh di hadapan Tuhan dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa tersebut. Mohonkan anugerah pengampunan-Nya.
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah agar kita sebagai umat Tuhan, senantiasa memiliki kepekaan akan dosa sehingga mau segera bertobat dan berbalik kepada Tuhan, bila jatuh ke dalam dosa.

Share Button